IHSG Ditutup Perkasa, Bursa Asia Dekati Level Terendah
Selasa, 12 Januari 2016 - 16:11 WIB
IHSG Ditutup Perkasa, Bursa Asia Dekati Level Terendah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup menguat, ketika mayoritas bursa Asia makin melemah mendekati posisi terburuk dalam empat tahun terakhir. IHSG sepanjang hari tetap perkasa hingga penutupan dengan naik 47,04 poin atau 1,05% ke level 4.512,53.
Sejak pembukaan, IHSG sudah berada di jalur positif naik 26,65 poin atau 0,60% ke 4.491,07 saat saham Asia goyah. Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah 74,63 poin atau 1,64% ke level 4.471,65.
Dilansir Reuters, Selasa (12/1/2016) bursa Asia terancam mendekati level terendah dalam empat tahun terakhir ketika harga minyak mentah dunia terus merosot nyaris tembus 20% dalam waktu kurang dari dua pekan. Investor terlihat masih berhati-hati terhadap gejolak pasar finansial China.
Bursa saham Eropa terlihat mendatar, meski ada beberapa perubahan sedikit ke arah positif. Bursa Inggris FTSE 100 dibuka naik 0,5% diikuti kenaikan pasar saham Jerman DAX membaik 8% dan indeks Prancis menanjak naik 0,7%.
Tercatat indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang mengalami penurunan 0,2% untuk semakin mendekat ke posisi terburuk empat tahun silam. Total di awal 2016 ini, indeks MSCI menyusut lebih dari 8% saat sepanjang tahun lalu melemah 12%.
"Investor masih memantau sejauh mana perlambatan ekonomi China dan sementara ini ketidakpastian masih akan menyelimuti," jelas Kepala Strategis Investasi HSBC untuk Asia, Ben Pedley di Hong Kong.
Adapun Nikkei Jepang N225 mengakhiri hari ini dengan penurunan tajam sebesar 479,00 poin atau 2,71% ke level 17.218,96 diikuti indeks Hang Seng juga melemah 176,74 atau 0,89% ke posisi 19.711,76. Hal serupa juga terjadi pada Straits Times yang turun 13,50 poin atau 0,50% ke posisi 2.695,35.
Penguatan justru terjadi pada indeks Shanghai yang naik 6,16 poin pada penutupan hari ini atau 0,20% ke level 3.022,86. Sementara saham di Tanah Air pada perdagangan hari ini mayoritas menguat dipimpin sektor infrastruktur yang naik 2,54% dan sektor keuangan melonjak 1,66%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,76 triliun dengan 2,7 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp168 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,63 triliun dan aksi beli asing Rp1,80 triliun. Tercatat 148 saham menguat, 119 saham melemah dan 87 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.475 menjadi Rp55.975, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) naik Rp450 menjadi Rp2.450 dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp300 menjadi Rp28.300.
Saham-saham yang melemah pada perdagangan hari ini di antaranya PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) turun Rp175 menjadi Rp6.575, PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) turun Rp80 menjadi Rp3.650 dan PT Jakarta International Hotels Development Tbk (JIHD) melemah Rp50 menjadi Rp540.
Sejak pembukaan, IHSG sudah berada di jalur positif naik 26,65 poin atau 0,60% ke 4.491,07 saat saham Asia goyah. Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah 74,63 poin atau 1,64% ke level 4.471,65.
Dilansir Reuters, Selasa (12/1/2016) bursa Asia terancam mendekati level terendah dalam empat tahun terakhir ketika harga minyak mentah dunia terus merosot nyaris tembus 20% dalam waktu kurang dari dua pekan. Investor terlihat masih berhati-hati terhadap gejolak pasar finansial China.
Bursa saham Eropa terlihat mendatar, meski ada beberapa perubahan sedikit ke arah positif. Bursa Inggris FTSE 100 dibuka naik 0,5% diikuti kenaikan pasar saham Jerman DAX membaik 8% dan indeks Prancis menanjak naik 0,7%.
Tercatat indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang mengalami penurunan 0,2% untuk semakin mendekat ke posisi terburuk empat tahun silam. Total di awal 2016 ini, indeks MSCI menyusut lebih dari 8% saat sepanjang tahun lalu melemah 12%.
"Investor masih memantau sejauh mana perlambatan ekonomi China dan sementara ini ketidakpastian masih akan menyelimuti," jelas Kepala Strategis Investasi HSBC untuk Asia, Ben Pedley di Hong Kong.
Adapun Nikkei Jepang N225 mengakhiri hari ini dengan penurunan tajam sebesar 479,00 poin atau 2,71% ke level 17.218,96 diikuti indeks Hang Seng juga melemah 176,74 atau 0,89% ke posisi 19.711,76. Hal serupa juga terjadi pada Straits Times yang turun 13,50 poin atau 0,50% ke posisi 2.695,35.
Penguatan justru terjadi pada indeks Shanghai yang naik 6,16 poin pada penutupan hari ini atau 0,20% ke level 3.022,86. Sementara saham di Tanah Air pada perdagangan hari ini mayoritas menguat dipimpin sektor infrastruktur yang naik 2,54% dan sektor keuangan melonjak 1,66%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,76 triliun dengan 2,7 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp168 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,63 triliun dan aksi beli asing Rp1,80 triliun. Tercatat 148 saham menguat, 119 saham melemah dan 87 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.475 menjadi Rp55.975, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) naik Rp450 menjadi Rp2.450 dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp300 menjadi Rp28.300.
Saham-saham yang melemah pada perdagangan hari ini di antaranya PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) turun Rp175 menjadi Rp6.575, PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) turun Rp80 menjadi Rp3.650 dan PT Jakarta International Hotels Development Tbk (JIHD) melemah Rp50 menjadi Rp540.
(akr)
Lihat Juga :