Target Miliki 780 Pesawat, Lion Genjot Kualitas Pilot
Selasa, 12 Januari 2016 - 22:13 WIB
Target Miliki 780 Pesawat, Lion Genjot Kualitas Pilot
A
A
A
JAKARTA - Lion Group melalui anak usaha PT Angkasa Super Service (ASS) berupaya meningkatkan kualitas pilot. Terlebih, mereka telah menargetkan memiliki 780 armada pesawat hingga 2028. Untuk itu, Lion membutuhkan pilot yang cakap untuk menjaga keselamatan penumpang dan pesawat.
Sebagai pengelola Angkasa Training Center (ATC), PT ASS akan mendatangkan empat unit simulator pesawat untuk mengasah kemampuan para pilot, pada tahun ini. Harga per unit simulator tersebut mencapai USD8-USD11 juta, terdiri atas simulator ATR72-600 (1 unit), Airbus A320 Neo (satu unit), serta dua unit simulator Boeing 737.
General Manager Angkasa Training Center, Capt Dibyo Soesilo mengatakan, Lion Group yang mengoperasikan Lion Air, Wings Air serta Batik Air merupakan salah satu maskapai yang paling siap dari sisi sumber daya pilot dibanding maskapai lain di Indonesia. Hal ini sejalan dengan target Lion Group yang secara bertahap akan menambah unit pesawat hingga 2028.
"Jadi kalau dibilang siap, Lion Group termasuk maskapai yang paling siap di Indonesia mendukung SDM pilot agar memenuhi standar penerbangan," ujarnya, dalam kunjungan media di Angkasa Training Center Kawasan Bandara Mas, Tangerang Banten, kemarin.
Dia menjelaskan, armada pesawat penumpang yang didatangkan Lion Group hingga 2028 akan mencapai 780 pesawat meliputi berbagai tipe, seperti ATR, Boeing maupun Airbus. Saat ini jumlah pesawat Lion Group yang dioperasikan melalui Lion Air, Wings Air serta Batik Air mencapai total 191 pesawat dengan rincian Lion Air sebanyak 110 pesawat (Boeing dan Airbus), Batik Air 33 pesawat (Boeing-Airbus) serta Wings Air sebanyak 48 pesawat (ATR).
"Dengan armada yang besar itu, tentu dari sisi kesiapan pilot selalu kita upgrade di Angkasa Training Center. Baik untuk pilot baru maupun pilot Lion yang telah terbang dalam rangka recurrent pilot yang telah terbang setiap enam bulan sekali," katanya.
Dalam rangka mendatangkan alat simulator tersebut Lion Group meneken perjanjian kerjasama dengan pabrikan pesawat seperti Boing, ATR maupun Airbus. Saat ini rata-rata pilot yang mengambil pendidikan pada simulasi Angkasa Training Center mencapai ratusan pilot yang berasal dari sekolah penerbangan Lion Group melalui Angkasa Aviation Academy dan pilot internal Lion.
"Total ada sekitar 100 pilot yang sedang pendidikan yang terdiri atas pilot baru maupun yang recurrent setiap enam bulan sekali. Untuk pilot baru ini rata-rata pendidikan mencapai tiga bulan, sementara untuk pilot internal yang recurrent akan tergantung pada upgrading-nya," jelas Dibyo.
Sebelumnya, Direktur Utama Lion Group Edward Sirait mengatakan tahun ini, Lion Group akan menambah 44 pesawat untuk meningkatkan kapasitas kursi pesawat mengingat pertumbuhan penumpang 2016 diprediksi mencapai pertumbuhan 15%. "Kami menambah armada, sebab Kemenhub dan berbagai pihak telah memprediksi masih ada pertumbuhan penumpang pada presentase 15% tahun ini. Penambahan pesawat kami kami lakukan melalui skema financial lease dan operating lease," katanya.
Dia menambahkan, pesawat tambahan tersebut juga akan digunakan untuk rute-rute baru, terutama penerbangan langsung (direct), seperti Balikpapan-Bandung, Tarakan-Semarang, dan Banjarmasin-Denpasar, termasuk mengembangkan penerbangan umrah dan haji sebagai rute andalan.
Baca juga:
Jokowi Akui Ketimpangan Indonesia Timur Bagai Bumi dan Langit
Rincian Harga BBM dan Elpiji Terbaru
Gaji Pekerja Indonesia di Bawah Myanmar dan Vietnam
Sebagai pengelola Angkasa Training Center (ATC), PT ASS akan mendatangkan empat unit simulator pesawat untuk mengasah kemampuan para pilot, pada tahun ini. Harga per unit simulator tersebut mencapai USD8-USD11 juta, terdiri atas simulator ATR72-600 (1 unit), Airbus A320 Neo (satu unit), serta dua unit simulator Boeing 737.
General Manager Angkasa Training Center, Capt Dibyo Soesilo mengatakan, Lion Group yang mengoperasikan Lion Air, Wings Air serta Batik Air merupakan salah satu maskapai yang paling siap dari sisi sumber daya pilot dibanding maskapai lain di Indonesia. Hal ini sejalan dengan target Lion Group yang secara bertahap akan menambah unit pesawat hingga 2028.
"Jadi kalau dibilang siap, Lion Group termasuk maskapai yang paling siap di Indonesia mendukung SDM pilot agar memenuhi standar penerbangan," ujarnya, dalam kunjungan media di Angkasa Training Center Kawasan Bandara Mas, Tangerang Banten, kemarin.
Dia menjelaskan, armada pesawat penumpang yang didatangkan Lion Group hingga 2028 akan mencapai 780 pesawat meliputi berbagai tipe, seperti ATR, Boeing maupun Airbus. Saat ini jumlah pesawat Lion Group yang dioperasikan melalui Lion Air, Wings Air serta Batik Air mencapai total 191 pesawat dengan rincian Lion Air sebanyak 110 pesawat (Boeing dan Airbus), Batik Air 33 pesawat (Boeing-Airbus) serta Wings Air sebanyak 48 pesawat (ATR).
"Dengan armada yang besar itu, tentu dari sisi kesiapan pilot selalu kita upgrade di Angkasa Training Center. Baik untuk pilot baru maupun pilot Lion yang telah terbang dalam rangka recurrent pilot yang telah terbang setiap enam bulan sekali," katanya.
Dalam rangka mendatangkan alat simulator tersebut Lion Group meneken perjanjian kerjasama dengan pabrikan pesawat seperti Boing, ATR maupun Airbus. Saat ini rata-rata pilot yang mengambil pendidikan pada simulasi Angkasa Training Center mencapai ratusan pilot yang berasal dari sekolah penerbangan Lion Group melalui Angkasa Aviation Academy dan pilot internal Lion.
"Total ada sekitar 100 pilot yang sedang pendidikan yang terdiri atas pilot baru maupun yang recurrent setiap enam bulan sekali. Untuk pilot baru ini rata-rata pendidikan mencapai tiga bulan, sementara untuk pilot internal yang recurrent akan tergantung pada upgrading-nya," jelas Dibyo.
Sebelumnya, Direktur Utama Lion Group Edward Sirait mengatakan tahun ini, Lion Group akan menambah 44 pesawat untuk meningkatkan kapasitas kursi pesawat mengingat pertumbuhan penumpang 2016 diprediksi mencapai pertumbuhan 15%. "Kami menambah armada, sebab Kemenhub dan berbagai pihak telah memprediksi masih ada pertumbuhan penumpang pada presentase 15% tahun ini. Penambahan pesawat kami kami lakukan melalui skema financial lease dan operating lease," katanya.
Dia menambahkan, pesawat tambahan tersebut juga akan digunakan untuk rute-rute baru, terutama penerbangan langsung (direct), seperti Balikpapan-Bandung, Tarakan-Semarang, dan Banjarmasin-Denpasar, termasuk mengembangkan penerbangan umrah dan haji sebagai rute andalan.
Baca juga:
Jokowi Akui Ketimpangan Indonesia Timur Bagai Bumi dan Langit
Rincian Harga BBM dan Elpiji Terbaru
Gaji Pekerja Indonesia di Bawah Myanmar dan Vietnam
(dmd)
Lihat Juga :