Harga Minyak Anjlok, Tantangan Industri Migas RI Makin Berat

Rabu, 13 Januari 2016 - 23:09 WIB
Harga Minyak Anjlok,...
Harga Minyak Anjlok, Tantangan Industri Migas RI Makin Berat
A A A
JAKARTA - Merosotnya harga minyak mentah dunia mencapai di bawah USD30 per barel terendah dalam kurun 12 tahun terakhir, menurut Pakar energi dari Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Benny Lubiantara menjadi tantangan industri hulu minyak dan gas bumi di Indonesia.

(Baca Juga: Harga Minyak Dunia Makin Parah di Bawah USD30/Barel)

Dia menambahkan pemerintah perlu mengurangi tekanan dengan memberi kemudahan, supaya bisnis hulu migas tidak terpuruk. Saat harga minyak jatuh, menurutnya Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) akan mengurangi bahkan menghentikan kegiatan eksplorasi migasnya.

"Akibatnya, produksi akan terus turun karena kegiatan ekplorasi tidak bergairah sehingga tidak ada lagi pengembangan," katanya, di SKK Migas, Jakarta, Rabu (13/1/2016).

Diterangkan jatuhnya harga minyak akan mengancam ketahanan energi nasional. Padahal cadangan, termasuk produksi, minyak dan gas bumi di Indonesia harus dinaikkan untuk mengimbangi laju pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab itu, menurutya pemerintah perlu gerak cepat menyikapi kondisi global tersebut.

"Pemerintah perlu antisipasi jangka panjang. Ketahanan energi akan terancam jika tidak di antisipasi karena dilihat dari sisi cadangan akan terpukul di satu sisi konsumsi terus meningkat," sambungnya.

Dia mengatakan, fluktuasi harga minyak tidak bisa diprediksi secara tepat dan akurat. Pemerintah hanya bisa mengantisipasi kondisi ini secara jangka panjang dengan meringkas perizinan, memberikan insentif bagi pelaku industri migas agar investasi di sektor migas menarik di mata investor.

"Harga minyak sulit di tebak. Untuk mengantisipasinya perlu jangka panjang meringankan beban investor," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
5 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
7 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
54 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Infografis
Penuh Tantangan, Beban...
Penuh Tantangan, Beban Kelas Menengah Kian Berat di 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved