IHSG Dibuka Memerah, Bursa Asia Terseret Kejatuhan Pasar Saham AS
Kamis, 14 Januari 2016 - 09:24 WIB
IHSG Dibuka Memerah, Bursa Asia Terseret Kejatuhan Pasar Saham AS
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka melemah pada zona merah ketika mayoritas Asia tergelincir anjloknya pasar saham Amerika Serikat (AS). Pagi ini IHSG tercatat turun 52,35 poin atau 1,15% ke level 4.484,83.
Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup berhasil di zona hijau, menguat 29,56 poin atau 0,65% ke level 4.542,08.
Dilansir Reuters, Kamis (14/1/2016) mayoritas saham Asia tergelincir terimbas penurunan curam yang dialami Wall Street ketika investor masih cemas atas penurunan harga minyak mentah dunia dan kondisi pertumbuhan ekonomi global.
Tercatat indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang melemah 0,7% di awal perdagangan hari ini. Adapun indeks Nikkei N225 menyusut 684,53 poin atau 3,86% ke level 17.031,10 ketika data domestik terus memburuk. Sementara indeks Hang Seng juga turun 335,28 poin atau 1,68% ke posisi 19.599,60.
Pelemahan juga terjadi pada indeks Shanghai melemah 18,19 poin atau 0,62% ke level 2.931,41. Dan indeks Strais Times menyusut 37,41 poin atau 1,39% ke posisi 2.659,09. Kemarin data perdagangan China memperlihatkan mulai membaik yang diharapkan dapat menjadi sentimen positif buat Asia dan harga ekuitas serta menjadi dorongan komoditas.
"Walaupun ada peningkatan pada laporan terakhir terkait perdagangan di China, namun aset yang berisiko adalag pasar energi karena masih membanjirnya pasokan yang bisa mendorong harga minyak mentah dunia kembali ke level terendah," jelas strategis di Barclays.
Sektor saham di Tanah Air pada awal perdagangan terlihat mayoritas mengalami penurunan. Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp29 miliar dengan 9 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp7,8 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp16,1 miliar dan aksi beli Rp8,2 miliar.
Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup berhasil di zona hijau, menguat 29,56 poin atau 0,65% ke level 4.542,08.
Dilansir Reuters, Kamis (14/1/2016) mayoritas saham Asia tergelincir terimbas penurunan curam yang dialami Wall Street ketika investor masih cemas atas penurunan harga minyak mentah dunia dan kondisi pertumbuhan ekonomi global.
Tercatat indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang melemah 0,7% di awal perdagangan hari ini. Adapun indeks Nikkei N225 menyusut 684,53 poin atau 3,86% ke level 17.031,10 ketika data domestik terus memburuk. Sementara indeks Hang Seng juga turun 335,28 poin atau 1,68% ke posisi 19.599,60.
Pelemahan juga terjadi pada indeks Shanghai melemah 18,19 poin atau 0,62% ke level 2.931,41. Dan indeks Strais Times menyusut 37,41 poin atau 1,39% ke posisi 2.659,09. Kemarin data perdagangan China memperlihatkan mulai membaik yang diharapkan dapat menjadi sentimen positif buat Asia dan harga ekuitas serta menjadi dorongan komoditas.
"Walaupun ada peningkatan pada laporan terakhir terkait perdagangan di China, namun aset yang berisiko adalag pasar energi karena masih membanjirnya pasokan yang bisa mendorong harga minyak mentah dunia kembali ke level terendah," jelas strategis di Barclays.
Sektor saham di Tanah Air pada awal perdagangan terlihat mayoritas mengalami penurunan. Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp29 miliar dengan 9 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp7,8 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp16,1 miliar dan aksi beli Rp8,2 miliar.
(akr)
Lihat Juga :