Jakarta Mencekam, IHSG Merosot Dalam
Kamis, 14 Januari 2016 - 12:52 WIB
Jakarta Mencekam, IHSG Merosot Dalam
A
A
A
JAKARTA - Kondisi Ibu Kota DKI Jakarta saat ini mencekam dengan adanya ledakan bom yang terjadi di Sarinah, siang ini. Akibat kejadian tersebut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot cukup dalam hingga 1,72% menuju level 4.459,32 dibandingkan awal sesi perdagangan.
Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, IHSG awal sesi dibuka di level 4.492 dan terus menghijau hingga melewati 4.500. Namun, para investor terlihat menjual aset sahamnya setelah peristiwa bom terjadi.
Menurutnya, investor ingin segera mengambil langkah aman dalam mengantisipasi kejadian ledakan bom tersebut. Diterangkan olehnya aset berisiko seperti saham akan langsung dilepas.
"Kelihatan aset berisiko seperti saham akan dilepas investor asing. Sudah sampai bergerak terus, menjual, tergolong net sell cukup besar di awal sesi," ujarnya melalui sambungan telepon di Jakarta, Kamis (14/1/2016).
Kendati demikian, Dia menambahkan merosotnya IHSG yang cukup dalam tersebut tidak akan mempengaruhi ekonomi Indonesia secara signifikan. Diyakini, kondisi pasar modal Tanah Air kembali menghijau di akhir sesi II.
"Karena ada ini tidak pengaruh ke ekonomi tapi ketakutan sesaat dan kalau untuk pergerakan akhir sesi i akan terus melemah. Mungkin di akhir sesi ada penguatan sedikit," pungkasnya.
Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, IHSG awal sesi dibuka di level 4.492 dan terus menghijau hingga melewati 4.500. Namun, para investor terlihat menjual aset sahamnya setelah peristiwa bom terjadi.
Menurutnya, investor ingin segera mengambil langkah aman dalam mengantisipasi kejadian ledakan bom tersebut. Diterangkan olehnya aset berisiko seperti saham akan langsung dilepas.
"Kelihatan aset berisiko seperti saham akan dilepas investor asing. Sudah sampai bergerak terus, menjual, tergolong net sell cukup besar di awal sesi," ujarnya melalui sambungan telepon di Jakarta, Kamis (14/1/2016).
Kendati demikian, Dia menambahkan merosotnya IHSG yang cukup dalam tersebut tidak akan mempengaruhi ekonomi Indonesia secara signifikan. Diyakini, kondisi pasar modal Tanah Air kembali menghijau di akhir sesi II.
"Karena ada ini tidak pengaruh ke ekonomi tapi ketakutan sesaat dan kalau untuk pergerakan akhir sesi i akan terus melemah. Mungkin di akhir sesi ada penguatan sedikit," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :