IHSG Akhir Pekan Ditutup Menguat, Bursa Asia Ambruk
Jum'at, 15 Januari 2016 - 16:32 WIB
IHSG Akhir Pekan Ditutup Menguat, Bursa Asia Ambruk
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup menguat, ketika mayoritas bursa Asia ambruk ke posisi terburuk dalam tiga tahun terakhir. IHSG sepanjang hari tetap perkasa hingga penutupan dengan naik 10,79 poin atau 0,24%% ke level 4.523,98.
Sejak pembukaan, IHSG sudah berada di jalur positif naik 16,79 poin atau 0,37% ke level 4.529,97. Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup tertekan di zona merah setelah adanya insiden teror bom di JL MH Thamrin, Sarinah, Jakarta Pusat untuk membuat pasar saham melemah 24,00 poin atau 0,53% ke level 4.513,18.
Dilansir Reuters, Jumat (15/1/2016) bursa saham Asia merosot ke level terendah dalam tiga setengah tahun terakhir, meski di awal sesi sempat memberi sinyal menguat. Namun tekanan dari harga minyak mentah dunia dan data negatif China serta kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global kembali membuat bursa Asia melemah.
Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang tercatat turun 0,7% ke level terendah sejak Juni 2012 dan berada di jalur negatif dengan total penyusutan sebesar 3,2% selama satu pekan terakhir. Sementara Nikkei Jepang juga belum mampu bangkit setelah menutup akhir pekan ini turun 0,5% untuk memperbesar keterpurukan selama satu pekan ini menjadi 3,1%.
Pasar Eropa juga masih diselimuti keraguan ketika diprediksi mengalami penurunan sebesar 0,2% di Inggris FTSE 100, Jerman DAX dan Perancis CAC 40. Kejatuhan harga minyak mentah dunia masih membuat investor cemas yang dikhawatirkan terimbas kepada kesehatan perekonomian global ditambah perlambatan ekonomi China.
"Sentimen pasar masih minim, meski ekuitas AS mulai membaik di tengah tertekannya indeks Eropa. Selain itu harga minyak dunia yang sekali lagi melemah membatasi reli dari saham energi," ucap Market Strategis IG, Bernard Aw di Singapura
Saham di China juga kembali ke jalur negatif setelah pemulihan singkat di akhir perdagangan kemarin. Adapun mayoritas saham Asia menyusut ketika indeks Nikkei N225 pada hari ini berakhir di posisi melemah 93,84 poin atau 0,54% ke level 17.147,11 dan indeks Hang Seng ditutup turun 296,64 poin atau 1,50% ke level 19.520,77.
Sementara indeks Shanghai ambruk 106,68 poin atau 3,55% ke posisi 2.900,97 diikuti kejatuhan indeks Straits Times yang mengakhiri pekan ini menyusut 16,07 poin atau 0,61% ke level 2.628,50.
Sektor saham di Tanah Air bergerak variatif ketika sektor dengan penguatan tertinggi adalah konsumen sebesar 2,04% diikuti sektor aneka industri melonjak naik 1,64%. Sedangkan sektor saham yang paling melemah adalah keuangan turun 0,93% dan sektor infrastruktur menyusut 0,55%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,42 triliun dengan 3,9 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp777 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,2 triliun dan aksi beli asing Rp1,48 triliun. Tercatat 127 saham menguat, 149 saham melemah dan 87 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp850 menjadi Rp56,650, PT First Media Tbk (KBLV) naik Rp75 menjadi Rp1.875 dan PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) naik Rp75 menjadi Rp6.450.
Saham-saham yang melemah pada perdagangan hari ini di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp150 menjadi Rp26.900, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun Rp70 menjadi Rp3.800 dan PT Astra Graphia Tbk (ASGR) menyusut Rp55 menjadi Rp1.700.
Sejak pembukaan, IHSG sudah berada di jalur positif naik 16,79 poin atau 0,37% ke level 4.529,97. Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup tertekan di zona merah setelah adanya insiden teror bom di JL MH Thamrin, Sarinah, Jakarta Pusat untuk membuat pasar saham melemah 24,00 poin atau 0,53% ke level 4.513,18.
Dilansir Reuters, Jumat (15/1/2016) bursa saham Asia merosot ke level terendah dalam tiga setengah tahun terakhir, meski di awal sesi sempat memberi sinyal menguat. Namun tekanan dari harga minyak mentah dunia dan data negatif China serta kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global kembali membuat bursa Asia melemah.
Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang tercatat turun 0,7% ke level terendah sejak Juni 2012 dan berada di jalur negatif dengan total penyusutan sebesar 3,2% selama satu pekan terakhir. Sementara Nikkei Jepang juga belum mampu bangkit setelah menutup akhir pekan ini turun 0,5% untuk memperbesar keterpurukan selama satu pekan ini menjadi 3,1%.
Pasar Eropa juga masih diselimuti keraguan ketika diprediksi mengalami penurunan sebesar 0,2% di Inggris FTSE 100, Jerman DAX dan Perancis CAC 40. Kejatuhan harga minyak mentah dunia masih membuat investor cemas yang dikhawatirkan terimbas kepada kesehatan perekonomian global ditambah perlambatan ekonomi China.
"Sentimen pasar masih minim, meski ekuitas AS mulai membaik di tengah tertekannya indeks Eropa. Selain itu harga minyak dunia yang sekali lagi melemah membatasi reli dari saham energi," ucap Market Strategis IG, Bernard Aw di Singapura
Saham di China juga kembali ke jalur negatif setelah pemulihan singkat di akhir perdagangan kemarin. Adapun mayoritas saham Asia menyusut ketika indeks Nikkei N225 pada hari ini berakhir di posisi melemah 93,84 poin atau 0,54% ke level 17.147,11 dan indeks Hang Seng ditutup turun 296,64 poin atau 1,50% ke level 19.520,77.
Sementara indeks Shanghai ambruk 106,68 poin atau 3,55% ke posisi 2.900,97 diikuti kejatuhan indeks Straits Times yang mengakhiri pekan ini menyusut 16,07 poin atau 0,61% ke level 2.628,50.
Sektor saham di Tanah Air bergerak variatif ketika sektor dengan penguatan tertinggi adalah konsumen sebesar 2,04% diikuti sektor aneka industri melonjak naik 1,64%. Sedangkan sektor saham yang paling melemah adalah keuangan turun 0,93% dan sektor infrastruktur menyusut 0,55%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,42 triliun dengan 3,9 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp777 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,2 triliun dan aksi beli asing Rp1,48 triliun. Tercatat 127 saham menguat, 149 saham melemah dan 87 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp850 menjadi Rp56,650, PT First Media Tbk (KBLV) naik Rp75 menjadi Rp1.875 dan PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) naik Rp75 menjadi Rp6.450.
Saham-saham yang melemah pada perdagangan hari ini di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp150 menjadi Rp26.900, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun Rp70 menjadi Rp3.800 dan PT Astra Graphia Tbk (ASGR) menyusut Rp55 menjadi Rp1.700.
(akr)
Lihat Juga :