Rupiah Awal Pekan Dibuka Coba Menguat, USD Menyusut
Senin, 18 Januari 2016 - 10:13 WIB
Rupiah Awal Pekan Dibuka Coba Menguat, USD Menyusut
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan hari ini, Senin (18/1/2016) coba menguat, meski masih berada di level Rp13.900/USD ketika USD tak berdaya melawan yen. Sementara euro dan dolar Australia juga semakin melemah di perdagangan awal pekan ini.
Posisi rupiah berdasarkan data Yahoo Finance, ada pada posisi Rp13.920/USD, dengan kisaran harian Rp13.850-Rp13.910/USD. Posisi tersebut menanjak 40 poin dibanding posisi kemarin di level Rp13.960/USD
Rupiah juga tercatat coba menguat pagi ini, seperti yang terlihat pada data Sindonews bersumber dari Limas di level Rp13.925/USD. Posisi itu menguat 40 poin poin dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.965/USD
Sementara menurut data Bloomberg, rupiah menunjukkan ada pada level Rp13.935/USD. Posisi itu tertekan 26 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.909/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.931/USD. Posisi ini tidak lebih baik dari penutupan kemarin di level Rp13.886/USD
Dilansir Reuters, USD melamah melawan yen Jepang menjadi 117.10 diikuti euro yang juga menyusut terhadap yen di posisi 127.48. Sedangkan dolar Australia juga makin melemah untuk berada di posisi terburuk dalam tiga tahun terakhir terhadap yen di level 79.52.
Prospek komoditas mata uang menurut para pengamat diyakini tetap suram melihat melemahnya harga minyak yang tidak kunjung membaik. Iran berpeluang akan menambah pasokan global setelah sanksi ekonomi mereka dicabut, ketika permintaan justru makin menurun.
"Kelanjutan melemahnya harga minyak berdampak ke ekonomi Kanada. Dewan masih mencoba melawan menurunya harga minyak mentah dunia," jelas analis di Barclays.
Posisi rupiah berdasarkan data Yahoo Finance, ada pada posisi Rp13.920/USD, dengan kisaran harian Rp13.850-Rp13.910/USD. Posisi tersebut menanjak 40 poin dibanding posisi kemarin di level Rp13.960/USD
Rupiah juga tercatat coba menguat pagi ini, seperti yang terlihat pada data Sindonews bersumber dari Limas di level Rp13.925/USD. Posisi itu menguat 40 poin poin dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.965/USD
Sementara menurut data Bloomberg, rupiah menunjukkan ada pada level Rp13.935/USD. Posisi itu tertekan 26 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.909/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.931/USD. Posisi ini tidak lebih baik dari penutupan kemarin di level Rp13.886/USD
Dilansir Reuters, USD melamah melawan yen Jepang menjadi 117.10 diikuti euro yang juga menyusut terhadap yen di posisi 127.48. Sedangkan dolar Australia juga makin melemah untuk berada di posisi terburuk dalam tiga tahun terakhir terhadap yen di level 79.52.
Prospek komoditas mata uang menurut para pengamat diyakini tetap suram melihat melemahnya harga minyak yang tidak kunjung membaik. Iran berpeluang akan menambah pasokan global setelah sanksi ekonomi mereka dicabut, ketika permintaan justru makin menurun.
"Kelanjutan melemahnya harga minyak berdampak ke ekonomi Kanada. Dewan masih mencoba melawan menurunya harga minyak mentah dunia," jelas analis di Barclays.
(akr)