Pemerintah Putuskan Nasib Saham Freeport dalam Dua Bulan

Senin, 18 Januari 2016 - 15:25 WIB
Pemerintah Putuskan...
Pemerintah Putuskan Nasib Saham Freeport dalam Dua Bulan
A A A
JAKARTA - Pengurangan (divestasi) sebagian saham PT Freeport Indonesia hingga kini masih berlarut, karena pemerintah baru akan menghitung nilai penawaran sebesar USD1,7 miliar untuk meningkatkan jumlah kepemilikan hingga 10,64%. Proses negosiasi ini memakan waktu 60 hari.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot mengatakan, pemerintah akan menentukan membeli divestasi saham Freeport atau tidak dalam tenggat waktu dua bulan tersebut. Sebelumnya, harus ada harga yang disepakati kedua pihak.

"Jadi menurut PP 77 itu 60 hari apakah dalam hal ini akan membeli atau tidak. Kalau nanti pemerintah menjawab bisa, andai kata membeli kita mau beli tapi kepada subject persetujuan harga," ujarnya di Jakarta, Senin (18/1/2016).

Menurutnya, asumsi yang digunakan Freeport dalam penawarannya yaitu berdasarkan standar nilai pasar atau fair market value. Jika sudah lebih dari dua bulan belum ada kata sepakat maka akan ada waktu perpanjangan.

"Dalam 60 hari itu berdasarkan kesepakatan harga proses penetapan harga dulu. Kalau 60 hari belum sepakat kedua belah pihak minta perpanjangannya, seperti Newmont, nanti minta perpanjang lagi, perpanjang lagi," jelas dia.

Bambang menjelaskan, 60 hari yang dimaksud yakni bukan langsung kepada menyetujui membeli atau tidak melainkan baru sekadar tahap penentuan harga. Saat ini belum ada kesepakatan antara pemerintah dan perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut.

"Jadi, 60 harinya jangan memacu kepada surat penawaran dong. Harga saja belum sepakat, makanya kita sepakat dulu harganya baru hitung argonya silakan," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
46 menit yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
1 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
1 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
1 jam yang lalu
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Distribusi BBM di Tengah Lonjakan Permintaan
1 jam yang lalu
Infografis
Dalam Tiga Bulan Rusia...
Dalam Tiga Bulan Rusia Hancurkan 6 HIMARS di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved