Rupiah Ditutup Merangkak Naik, USD Balik Menguat Lawan Yen
Selasa, 19 Januari 2016 - 16:27 WIB
Rupiah Ditutup Merangkak Naik, USD Balik Menguat Lawan Yen
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan hari ini ditutup merangkak naik menjauhi level Rp13.900/USD, di tengah melemahnya Yen Jepang terhadap USD. Pertumbuhan negatif ekonomi China masih berpengaruh besar terhadap beberapa mata uang dunia, diikuti kecemasan terhadap propek ekonomi global.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berakhir pada level Rp13.850/USD, dengan kisaran harian Rp13.855-Rp13.930/USD. Posisi tersebut menguat 75 poin dibanding posisi kemarin di level Rp13.925/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mengakhiri hari ini di level Rp13.865/USD. Posisi itu naik 65 poin dari posisi awal pekan kemarin yang berada di posisi Rp13.930/USD.
Sementara, rupiah berdasarkan data Bloomberg hingga sesi penutupan ada di posisi Rp13.853/USD. Posisi itu menguat 53 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.905/USD.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah hari ini ada pada level Rp13.921/USD. Posisi ini membaik 10 poin dari penutupan kemarin di posisi Rp13.931/USD.
Selain rupiah, penguatan juga terjadi pada USD terhadap Yen Jepang seperti dilansir Reuters, Selasa (19/1/2016) dengan kenaikan sebesar 0,4% menjadi 117.77. Penguatan USD ini terjadi setelah sempat melemah ke titi terendah dalam lima tahun terakhir pada posisi 116.51.
Meskipun Beijing telah berhasil untuk menstabilkan yuan melalui intervensi besar-besaran, namun masih ada tanda-tanda arus modal besar akan keluar dari China menyoroti kekhawatiran atas ekonomi negeri berjuluk Tirai Bambu tersebut.
Yuan tercatat naik 0,07% terhadap beberapa mata uang utama lainnya ke level 6.5793. Bank Sentral China menetapkan titik terendah Yuan pada level 6.5590 terhadap USD atau naik 280 poin dibandingkan penutupan akhir pekan kemarin. Sedangkan Euro sedikit tergelincir terhadap USD ke posisi 1.0866 pada akhir sesi perdagangan Asia.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berakhir pada level Rp13.850/USD, dengan kisaran harian Rp13.855-Rp13.930/USD. Posisi tersebut menguat 75 poin dibanding posisi kemarin di level Rp13.925/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mengakhiri hari ini di level Rp13.865/USD. Posisi itu naik 65 poin dari posisi awal pekan kemarin yang berada di posisi Rp13.930/USD.
Sementara, rupiah berdasarkan data Bloomberg hingga sesi penutupan ada di posisi Rp13.853/USD. Posisi itu menguat 53 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.905/USD.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah hari ini ada pada level Rp13.921/USD. Posisi ini membaik 10 poin dari penutupan kemarin di posisi Rp13.931/USD.
Selain rupiah, penguatan juga terjadi pada USD terhadap Yen Jepang seperti dilansir Reuters, Selasa (19/1/2016) dengan kenaikan sebesar 0,4% menjadi 117.77. Penguatan USD ini terjadi setelah sempat melemah ke titi terendah dalam lima tahun terakhir pada posisi 116.51.
Meskipun Beijing telah berhasil untuk menstabilkan yuan melalui intervensi besar-besaran, namun masih ada tanda-tanda arus modal besar akan keluar dari China menyoroti kekhawatiran atas ekonomi negeri berjuluk Tirai Bambu tersebut.
Yuan tercatat naik 0,07% terhadap beberapa mata uang utama lainnya ke level 6.5793. Bank Sentral China menetapkan titik terendah Yuan pada level 6.5590 terhadap USD atau naik 280 poin dibandingkan penutupan akhir pekan kemarin. Sedangkan Euro sedikit tergelincir terhadap USD ke posisi 1.0866 pada akhir sesi perdagangan Asia.
(akr)