HT: Indonesia Tidak Bisa Menerapkan Ekonomi Liberal

Rabu, 20 Januari 2016 - 00:01 WIB
HT: Indonesia Tidak...
HT: Indonesia Tidak Bisa Menerapkan Ekonomi Liberal
A A A
MADIUN - Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan Indonesia tidak bisa menganut sistem ekonomi liberal yang sifatnya kapitalis. Pasalnya, kebijakan ekonomi liberal hanya melahirkan kesenjangan sosial di lingkup masyarakat yang semakin melebar.

“Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan perwujudan sistem ekonomi liberal. Itulah kenapa saya sering mengkritik pasar bebas ASEAN tersebut. MEA itu hanya untuk kepentingan masyarakat yang sudah siap saja,” ujarnya, dalam pelantikan Pengurus DPC-DPC Se Dapil 8 Jawa Timur, Selasa (19/1/2015)

Dia mengungkapkan, kebijakan ekonomi yang liberal hanya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang terkosentrasi pada kelompok-kelompok kaya yang memiliki kuasa dan banyak uang. Artinya, manfaat pertumbuhan ekonomi hanya dirasakan oleh masyrakat kelas menengah ke atas. Namun, tidak untuk masyarakat kelas menengah ke bawah.

Ekonomi liberal seperti pasar bebas ASEAN, kata HT, lebih menguntungkan penduduk dengan ekonomi yag lebih mapan. Itu sudah menjadi hukum ekonomi secara nyata. Sejarah bahkan sudah membuktikan hal tersebut.

Dia mencontohkan, negara Asia yang coba menerapkan kebijakan ekonomi liberal seperti India, misalnya. Dalam 30 tahun terakhir, ekonomi India mampu tumbuh pesat. Namun, setelah itu ekonomi India juga menurun sangat signifikan.

“Akibatnya, penduduk yang sudah kaya bertambah semakin kaya, namun jumlahnya sedikit sekali. Sementara penduduk miskin justru semakin miskin,” tuturnya.

“Jadi kesmipulannya, di suatu negara yang tatanan masyarakatnya masih banyak yang miskin, tidak bisa diterapkan kebijakan ekonomi liberal pasar bebas,” lanjut HT.

Menurutnya, Indonesia belum cukup siap bersaing di Masyarakat Ekonomi ASEAN. Sebab, banyak pelaku usaha terutama sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) belum bisa bersaing dengan produk-produk negara tetangga. Terlebih modal dan jaringan untuk memasarkan produk yang mereka hasilkan masih sangat terbatas.

“Karena itu, jangan kemudian diadu oleh pelaku usaha yang sudah siap. Mana bisa mereka bersaing. Mereka perlu dilindungi agar bisa tumbuh dan mengembangkan usahanya. Setelah siap baru mereka bisa bersaing,” tandas HT.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
HT Tegaskan Sulsel dan...
HT Tegaskan Sulsel dan Sumut Harus Jadi Lumbung Suara Partai Perindo
Apresiasi Natal Nasional...
Apresiasi Natal Nasional 2023 di Surabaya Sukses, HT: Ramai Sekali
Harapan Hary Tanoe di...
Harapan Hary Tanoe di HUT Soulyu
Hadiri Peresmian Kantor...
Hadiri Peresmian Kantor MPN Pemuda Pancasila, Hary Tanoesoedibjo: Semakin Bermanfaat bagi Bangsa Indonesia
HT: Semoga PP Makin...
HT: Semoga PP Makin Berkibar
Visi Misi Perindo Jelas,...
Visi Misi Perindo Jelas, Membangun Indonesia Sejahtera
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
42 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved