Rupiah Memburuk Ikuti Pelemahan IHSG Siang Ini
Rabu, 20 Januari 2016 - 12:25 WIB
Rupiah Memburuk Ikuti Pelemahan IHSG Siang Ini
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi siang hari ini, Rabu (20/1/2016) memburuk mengikuti jejak pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih betah berada di zona merah sejak pembukaan. Rupiah sendiri semakin mendekati level Rp14.000/USD, ketika beberapa mata uang lain cenderung stagnan.
Posisi rupiah menurut data Yahoo Finance, siang ini ada di level Rp13.910/USD dengan kisaran harian Rp13.835-Rp13.910/USD. Posisi tersebut memburuk dengan penurunan sebesar 60 poin dibanding penutupan kemarin Rp13.850/USD.
Hal serupa juga terjadi berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, ketika rupiah menutup siang hari pada level Rp13.915/USD. Posisi itu tidak lebih baik dengan menyurut 50 poin dari kemarin yang berada di level Rp13.865/USD.
Menurut data Bloomberg, rupiah siang ini berakhir di level Rp13.905/USD. Posisi itu sedikit tertekan sebesar 40 poin dibanding penutupan sebelumnya di posisi Rp13.865/USD.
Penguatan rupiah hanya terjadi berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pada level Rp13.896/USD. Posisi ini lebih baik dari penutupan kemarin di level Rp13.921/USD.
Sementara IHSG sesi I berakhir melemah 10,36 poin atau 0,23% ke posisi 4.481,38. Pada pembukaan perdagangan hari ini, bursa saham Tanah Air juga berada di zona merah mengikuti merosotnya bursa saham Asia. IHSG pagi tadi berkurang 13,58 poin atau 0,30% ke 4.478,15.
Sedangkan IHSG pada perdagangan sebelumnya berhasil ditutup menguat, meski tipis. IHSG kemarin ditutup naik 10,46 poin atau 0,23% ke level 4.491,74. Mayoritas sektor saham di perdagangan dalam negeri sebagian besar melemah. Sektor yang mengalami pelemahan paling besar adalah pertanian turun 1,35% diikuti sektor properti menyusut 1,07%
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp1,79 triliun dengan 1,53 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp40,9 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp693 miliar dan aksi beli asing sebesar Rp652 miliar. Tercatat 85 saham menguat, 150 saham melemah dan 68 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP). Sementara saham-saham yang melemah di antaranya PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dan PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK).
Posisi rupiah menurut data Yahoo Finance, siang ini ada di level Rp13.910/USD dengan kisaran harian Rp13.835-Rp13.910/USD. Posisi tersebut memburuk dengan penurunan sebesar 60 poin dibanding penutupan kemarin Rp13.850/USD.
Hal serupa juga terjadi berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, ketika rupiah menutup siang hari pada level Rp13.915/USD. Posisi itu tidak lebih baik dengan menyurut 50 poin dari kemarin yang berada di level Rp13.865/USD.
Menurut data Bloomberg, rupiah siang ini berakhir di level Rp13.905/USD. Posisi itu sedikit tertekan sebesar 40 poin dibanding penutupan sebelumnya di posisi Rp13.865/USD.
Penguatan rupiah hanya terjadi berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pada level Rp13.896/USD. Posisi ini lebih baik dari penutupan kemarin di level Rp13.921/USD.
Sementara IHSG sesi I berakhir melemah 10,36 poin atau 0,23% ke posisi 4.481,38. Pada pembukaan perdagangan hari ini, bursa saham Tanah Air juga berada di zona merah mengikuti merosotnya bursa saham Asia. IHSG pagi tadi berkurang 13,58 poin atau 0,30% ke 4.478,15.
Sedangkan IHSG pada perdagangan sebelumnya berhasil ditutup menguat, meski tipis. IHSG kemarin ditutup naik 10,46 poin atau 0,23% ke level 4.491,74. Mayoritas sektor saham di perdagangan dalam negeri sebagian besar melemah. Sektor yang mengalami pelemahan paling besar adalah pertanian turun 1,35% diikuti sektor properti menyusut 1,07%
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp1,79 triliun dengan 1,53 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp40,9 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp693 miliar dan aksi beli asing sebesar Rp652 miliar. Tercatat 85 saham menguat, 150 saham melemah dan 68 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP). Sementara saham-saham yang melemah di antaranya PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dan PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK).
(akr)
Lihat Juga :