Rupiah Ditutup Makin Merosot, Yen Berjaya Atas USD
Rabu, 20 Januari 2016 - 17:11 WIB
Rupiah Ditutup Makin Merosot, Yen Berjaya Atas USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan hari ini Rabu (20/1/2016) makin merosot mendekati level Rp14.000/USD ketika Yen Jepang makin berjaya terhadap USD. Penurunan harga minyak mentah hingga sempat menyentuh posisi terburuk dalam 13 tahun terakhir, tidak terimbas kepada yen.
Sementara rupiah mengakhiri hari ini makin melemah menurut data Yahoo Finance, ada di level Rp13.970/USD dengan kisaran harian Rp13.835-Rp13.970/USD. Posisi tersebut menyusut 120 poin dibanding posisi kemarin di posisi Rp13.850/USD
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas ada pada level Rp13.975/USD. Posisi itu turun 110 poin dari posisi awal pekan kemarin yang berada di posisi Rp13.865/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg hingga sesi penutupan ada di posisi Rp13.964/USD. Posisi itu melemah 99 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.865/USD.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah mengalami penguatan pada level Rp13.896/USD. Posisi ini lebih baik dari penutupan kemarin di level Rp13.921/USD.
Seperti dilansir Reuters, penguatan juga terjadi pada yen terhadap USD ketika kebijakan lanjutan Federal Reserve mencemaskan para investor. USD melemah sebesar 1,2% terhadap yen ke level 116.10 dalam perdagangan di London. Meski masih melemah, namun USD memperlihatkan tren penguatan setelah sempat ada di posisi 118.115/yen.
Harga minyak yang terus melemah menjadi sentimen negatif buat saham dan mendorong investor untuk membeli yen dan Swiss Franc CHF. Penguatan juga dialami euro terhadap USD ke posisi 1.0943, namun sedikit menyusut melawan yen atau turun 0,7% ke level 127.34.
"Yen telah menunjukkan sangat sensitif terhadap sentimen yang berisiko dalam beberapa pekan terakhir. Yen terus menguat, meski pekan depan Bank of Japan akan menggelar pertemuan untuk melakukan kebijakan meredakan inflasi," jelas Ahli Strategi Mata Uang Credit Agricole, Manuel Oliveri.
Sementara rupiah mengakhiri hari ini makin melemah menurut data Yahoo Finance, ada di level Rp13.970/USD dengan kisaran harian Rp13.835-Rp13.970/USD. Posisi tersebut menyusut 120 poin dibanding posisi kemarin di posisi Rp13.850/USD
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas ada pada level Rp13.975/USD. Posisi itu turun 110 poin dari posisi awal pekan kemarin yang berada di posisi Rp13.865/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg hingga sesi penutupan ada di posisi Rp13.964/USD. Posisi itu melemah 99 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.865/USD.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah mengalami penguatan pada level Rp13.896/USD. Posisi ini lebih baik dari penutupan kemarin di level Rp13.921/USD.
Seperti dilansir Reuters, penguatan juga terjadi pada yen terhadap USD ketika kebijakan lanjutan Federal Reserve mencemaskan para investor. USD melemah sebesar 1,2% terhadap yen ke level 116.10 dalam perdagangan di London. Meski masih melemah, namun USD memperlihatkan tren penguatan setelah sempat ada di posisi 118.115/yen.
Harga minyak yang terus melemah menjadi sentimen negatif buat saham dan mendorong investor untuk membeli yen dan Swiss Franc CHF. Penguatan juga dialami euro terhadap USD ke posisi 1.0943, namun sedikit menyusut melawan yen atau turun 0,7% ke level 127.34.
"Yen telah menunjukkan sangat sensitif terhadap sentimen yang berisiko dalam beberapa pekan terakhir. Yen terus menguat, meski pekan depan Bank of Japan akan menggelar pertemuan untuk melakukan kebijakan meredakan inflasi," jelas Ahli Strategi Mata Uang Credit Agricole, Manuel Oliveri.
(akr)