Total Iuran BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp35,9 Triliun
Kamis, 21 Januari 2016 - 21:09 WIB
Total Iuran BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp35,9 Triliun
A
A
A
BATAM - Direktur Kepesertaan Hubungan Antar Lembaga BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan Junaedi mengatakan hingga periode Desember 2015, total iuran BPJS Ketenagakerjaan telah mencapai Rp35,95 triliun (un-audited).
Sementara klaim jaminan untuk program Jaminan Hari Tua (JHT) sudah sekitar Rp14,45 triliun dari 1,7 juta kasus. Klaim Jaminan Kematian (JKM) mencapai Rp416 miliar dari 28 ribu kasus dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sekitar Rp665 miliar dari 110 ribu kasus.
"Sedangkan total dana kelolaan hingga Desember 2015 sebesar Rp206 triliun atau naik sekitar 10% dari tahun sebelumnya," jelasnya di Batam, Kamis (21/1/2016).
Sementara hasil investasi telah mencapai Rp17,69 triliun atau tumbuh sekitar 10%. "Dengan adanya acara ini maka di tahun 2016 jumlah kepersetaan BPJS Ketenagakerjaan diharap bertambah sekitar 4 juta peserta atau menjadi 23,1 juta kepesertaan," tandasnya.
Untuk jumlah pekerja Bukan Penerima Upah (BPU/ sektor informal) ditargetkan mencapai 1 juta pekerja. Pihaknya pun optimistis target akuisisi 1 juta pekerja informal dapat tercapai, mengingat masih rendahnya angka peserta non formal saat ini dibandingkan sektor formal.
Sementara klaim jaminan untuk program Jaminan Hari Tua (JHT) sudah sekitar Rp14,45 triliun dari 1,7 juta kasus. Klaim Jaminan Kematian (JKM) mencapai Rp416 miliar dari 28 ribu kasus dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sekitar Rp665 miliar dari 110 ribu kasus.
"Sedangkan total dana kelolaan hingga Desember 2015 sebesar Rp206 triliun atau naik sekitar 10% dari tahun sebelumnya," jelasnya di Batam, Kamis (21/1/2016).
Sementara hasil investasi telah mencapai Rp17,69 triliun atau tumbuh sekitar 10%. "Dengan adanya acara ini maka di tahun 2016 jumlah kepersetaan BPJS Ketenagakerjaan diharap bertambah sekitar 4 juta peserta atau menjadi 23,1 juta kepesertaan," tandasnya.
Untuk jumlah pekerja Bukan Penerima Upah (BPU/ sektor informal) ditargetkan mencapai 1 juta pekerja. Pihaknya pun optimistis target akuisisi 1 juta pekerja informal dapat tercapai, mengingat masih rendahnya angka peserta non formal saat ini dibandingkan sektor formal.
(akr)
Lihat Juga :