Rupiah Awal Pekan Menguat Tipis, USD Merosot
Senin, 25 Januari 2016 - 10:12 WIB
Rupiah Awal Pekan Menguat Tipis, USD Merosot
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan hari ini, Senin (25/1/2016) tercatat menguat tipis, masih berada di kisaran level Rp13.800/USD ketika USD merosot melawan yen namun dengan catatan cenderung stabil dibandingkan pekan sebelumnya. Investor diyakini teralihkan oleh rencana Bank Sentral Amerika Serikat (The fed) yang dijadwalkan bakal segera menggelar pertemuan.
Posisi rupiah pada pagi ini berdasarkan data Yahoo Finance, ada pada posisi Rp13.835/USD, dengan kisaran harian Rp13.820-Rp13.850/USD. Posisi tersebut menanjak tipis 9 poin dibanding posisi kemarin di level Rp13.844/USD.
Penguatan rupiah dipembukaan juga tercatat pada data Sindonews bersumber dari Limas di level Rp13.840/USD. Posisi itu menguat 13 poin poin dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.853/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah mengawali pekan ini ada di level Rp13.844/USD. Posisi ini membaik dari penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.874/USD.
Sementara menurut data Bloomberg, rupiah menunjukkan ada pada level Rp13.848/USD. Posisi itu tertekan 3 poin dibanding penutupan sebelumnya di akhir pekan kemarin pada level Rp13.845/USD.
Dilansir Reuters, USD melemah sekitar 0,2% terhadap Yen menjadi 118.57, namun tetap membaik dibandingkan dua pekan sebelumnya yang sempat menyentuh level 118.88. Jelang keputusan penurunan kembali Fed rate diyakini menjadi penopang menguatnya USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya.
Euro tercatat hari ini naik 0,1% terhadap USD menjadi 1.0793 dipengaruhi stimulus yang diberikan Bank Sentral Eropa. Prospek pemulihan ekonomi secara bertahap diyakini akan terus berlangsung di Eropa ketika USD terhadap enam mata uang utama lainnya melemah ke level 99.530.
Posisi rupiah pada pagi ini berdasarkan data Yahoo Finance, ada pada posisi Rp13.835/USD, dengan kisaran harian Rp13.820-Rp13.850/USD. Posisi tersebut menanjak tipis 9 poin dibanding posisi kemarin di level Rp13.844/USD.
Penguatan rupiah dipembukaan juga tercatat pada data Sindonews bersumber dari Limas di level Rp13.840/USD. Posisi itu menguat 13 poin poin dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.853/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah mengawali pekan ini ada di level Rp13.844/USD. Posisi ini membaik dari penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.874/USD.
Sementara menurut data Bloomberg, rupiah menunjukkan ada pada level Rp13.848/USD. Posisi itu tertekan 3 poin dibanding penutupan sebelumnya di akhir pekan kemarin pada level Rp13.845/USD.
Dilansir Reuters, USD melemah sekitar 0,2% terhadap Yen menjadi 118.57, namun tetap membaik dibandingkan dua pekan sebelumnya yang sempat menyentuh level 118.88. Jelang keputusan penurunan kembali Fed rate diyakini menjadi penopang menguatnya USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya.
Euro tercatat hari ini naik 0,1% terhadap USD menjadi 1.0793 dipengaruhi stimulus yang diberikan Bank Sentral Eropa. Prospek pemulihan ekonomi secara bertahap diyakini akan terus berlangsung di Eropa ketika USD terhadap enam mata uang utama lainnya melemah ke level 99.530.
(akr)