Rupiah Ditutup Masih Tertekan, USD Terpuruk

Selasa, 26 Januari 2016 - 16:41 WIB
Rupiah Ditutup Masih...
Rupiah Ditutup Masih Tertekan, USD Terpuruk
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini, Selasa (26/1/2016) ditutup masih melemah, ketika USD terpuruk saat investor menanti keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) terkait keputusan fed rate bagian dari rencana kenaikan secara bertahap. Jatuhnya harga komoditas dan minyak mentah dunia membuat para investor ini mencari selamat kepada dolar Australia dan Kanada.

Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mengakhiri hari ini di level Rp13.905/USD. Posisi itu melemah 30 poin dari posisi awal pekan kemarin yang berada di posisi Rp13.875/USD.

Sementara, rupiah berdasarkan data Bloomberg hingga sesi penutupan ada di posisi Rp13.885/USD. Posisi itu tertekan 22 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.863/USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah hari ini ada pada level Rp13.904/USD. Posisi itu menyusut 60 poin dari penutupan kemarin di posisi Rp13.844/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah justru berakhir dengan penguatan ke level Rp13.900/USD, dengan kisaran harian Rp13.865-Rp13.925/USD. Posisi tersebut menguat tipis 5 poin dibanding posisi kemarin di level Rp13.905/USD.

Hal serupa juga terjadi kepada USD seperti dilansir Reuters, yang mengalami pelemahan ketika investor cenderung agak berhati-hati jelang keputusan The Fed yang kini masih melakukan pertemuan hingga besok. Para investor juga dibuat cemas dengan ketidakpastian dari harga minyak yang berimbas ke pasar global.

USD tercatat turun 0,45% terhadap yen ke posisi 117.76, sementara euro naik 0,15% ke level 1.0865. Yen dan euro cenderung aman dari imbas terpuruknya pasar keuangan ketika minyak mentah dunia kembali memperlihatkan tren penurunan.

"Ada sedikit kecemasan ketika Fed tengah melakukan pertemuan. Investor masih harap-harap cemas terkait keputusan apa yang dihasilkan dari pertemuan dengan harapan dapat memberikan volatilitas di pasar saham," jelas FX strategi Niels Christensen di Nordea.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
30 menit yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
2 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
4 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
4 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
5 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
6 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved