Hadapi MEA, Netika Gaet Perusahaan Konsultasi Jepang

Selasa, 26 Januari 2016 - 22:25 WIB
Hadapi MEA, Netika Gaet...
Hadapi MEA, Netika Gaet Perusahaan Konsultasi Jepang
A A A
JAKARTA - Memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat persaingan antar negara di kawasan ini sudah tidak lagi relevan, terjadi perubahan mendasar karakter industri dari sisi pemanfaatan sumber daya manusia, arus keluar masuk barang, jasa, investasi, serta modal.

Persaingan yang semakin ketat antar kawasan mendorong pemain industri untuk memetakan kembali strategi jangka panjangnya berdasarkan tantangan yang dihadapi oleh masing-masing perusahaan. Hal ini ditambah dengan aneka permasalahan yang belum terselesaikan terkait iklim usaha di Indonesia, antara lain rendahnya kualitas sumber daya manusia, infrastruktur logistik yang masih kurang memadai, rantai pasokan yang beresiko tinggi, serta rendahnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Melihat celah tersebut, perusahaan konsultasi PT Netika Indonesia (NETIKA) menjalin kerja sama dengan perusahaan konsultasi Jepang, QUNIE Consulting untuk meningkatkan daya saing industri di Indonesia. Berbekal rekam jejak pengalaman di Jepang, QUNIE menawarkan solusi membantu klien bertransformasi secara cepat.

Kerja sama ini bertujuan meningkatkan produktivitas perusahaan-perusahaan di Indonesia yang didukung oleh ilmu pengetahuan termutakhir, strategi dan proses bisnis, serta teknologi. Keduanya merupakan perwujudan dari sebuah kolaborasi dan jaringan global yang diperlukan untuk menjadi solusi bisnis.

Menurut Deputy President Director PT Netika Indonesia, Christian H. Siboro, solusi tersebut harus didukung dengan inovasi teknologi termutakhir.

“Memasuki MEA, kita dituntut untuk selalu bergerak sigap, tepat, dan akurat. Tantangan yang dihadapi baik oleh perusahaan dengan model bisnis B2B ataupun B2C adalah sama," ujarnya di Jakarta, Selasa (26/1/2016).

Christian menuturkan, konsumen atau klien tidak lagi bertoleransi untuk layanan yang di bawah standar, dan mereka akan mudah berpindah pada kompetitor.

"Kolaborasi yang solid dengan teknologi yang terintegrasi amatlah dibutuhkan untuk memastikan kepuasan konsumen dari berbagai industri. Ini adalah alasan utama kami bekerjasama dengan Qunie. Prinsipnya, kami ingin membantu semua perusahaan dari beragam industri di Indonesia dengan inovasi tekonologi yang kami miliki,” jelasnya.

Sementara itu, CEO QUNIE, Shinya Takagi meyakini, bahwa kolaborasi ini akan memberikan layanan dan solusi berkualitas tinggi yang terintegrasi pada masalah bisnis di Indonesia.

“Saya percaya kalau kerja sama ini akan menjadi pemain utama pada bisnis konsultasi di Indonesia,” pungkasnya.
(dyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gaet Mea Shahira, Eka...
Gaet Mea Shahira, Eka Winky Project Lahirkan Karya Baru
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan Keberlanjutan Kunci Pencapaian Target Cetak Biru MEA 2025
Subholding Gas Pertamina,...
Subholding Gas Pertamina, MEA dan WLI Baku Gandeng Penuhi Kebutuhan Listrik 30 MW
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved