Menko Darmin Klaim RI Negara Pertama Terapkan Biodiesel 20%

Rabu, 27 Januari 2016 - 12:58 WIB
Menko Darmin Klaim RI...
Menko Darmin Klaim RI Negara Pertama Terapkan Biodiesel 20%
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, Indonesia merupakan negara pertama yang implementasikan bahan bakar biodiesel yang bahan utamanya adalah kelapa sawit atau lebih dikenal dengan nama Biodiesel 20% (B20).

(Baca Juga: Tekan Impor BBM, Darmin Dorong Penggunaan Biodiesel)

Dia menambahkan sebagai negara pertama, tentunya akan banyak tantangan baik dari sisi teknis maupun non teknis. Pasalnya akan banyak negara lain yang berinisiatif memproduksi hal serupa karena dengan penggunaan biodiesel 20% ini, menurutnya dapat menghemat impor Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 6,9 juta kiloliter per tahun.

"Indonesia adalah negara pertama yang mengimplementasikan B20 ini. Sebagai yang pertama, banyak sekali tantangannya. Namun dengan keyakinan dan semangat, untuk mengembangkan produk dalam negeri, Indonesia akan dapat menyelesaikan sekaligus menjadi pionir penggunaan biodiesel pertama di dunia.," ungkapnya di Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Kementerian yang menjadi regulator atas program ini, lanjut dia diharapkan dapat menegakkan dan memprioritaskan kebijakan mandatory B20 pada tahun 2016 ini. "Saya harap Kementerian ESDM sebagai regulaor, menegakkan kebijakan B20 di 2016, bersama Pertamina dan BPDP kelapa sawit," sambungnya.

Menurutnya dengan program ini, rencananya akan ada peningkatan penggunaan energi terbarukan di dalam Negeri sekaligus promosikan ener‎gi ini ke seluruh dunia. Ditempat yang sama, Dirjen Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM Rida Mulyana justru mempertanyakan apakah kebijakan ini akan diteruskan atau tidak.

"Saya pikir kita tidak akan mundur dan terus konsisten untuk melanjutkan program ini. Meskipun tidak semua beres seperti biasanya karena ada tantangan turunnya harga minyak dunia. Sehingga membuat gap atau subsidi yang disiapkan BPDP semakin besar," kata Rida.

Selain itu, pihaknya juga akan terus mempertahankan dan menjalin koordinasi agar program B20 ini bisa berjalan dengan baik secara berkala dan berkesinambungan dengan manfaat-manfaat yang sudah dirasakan. "Manfaat sudah kita rasakan, dari sektor ESDM kita lakukan pungutan dan disampaikan ke pengusaha agar mandatorynya sampai ke pasar,"pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Langkah Pengembangan...
5 Langkah Pengembangan Bahan Bakar Nabati Jadi Strategi Ketahanan Energi Nasional
Seberapa Hijaukah Bahan...
Seberapa Hijaukah Bahan Bakar Nabati? Awas Klaim Menyesatkan!
Avtur Berbahan Minyak...
Avtur Berbahan Minyak Sawit Bukan Upaya Sehari, Ini Prosesnya
Menakar Nilai Ekonomis...
Menakar Nilai Ekonomis Bahan Bakar Pesawat dari Minyak Sawit
Ethanol untuk BBN Tanpa...
Ethanol untuk BBN Tanpa Cukai Bakal Jadi Magnet Bagi Dunia Usaha
Hasilkan Energi Ramah...
Hasilkan Energi Ramah Lingkungan, Legislator Ungkap Urgensi Bangun Pabrik Bioethanol
Berita Terkini
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam
2 menit yang lalu
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
1 jam yang lalu
Menilik Strategi Eksportir...
Menilik Strategi Eksportir Kelapa Bulat Bertahan di Tengah Ketatnya Pasar Global
1 jam yang lalu
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
1 jam yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
2 jam yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved