IHSG Ditutup Menguat, Bursa Asia Tertekan Minyak Dunia
Rabu, 27 Januari 2016 - 16:27 WIB
IHSG Ditutup Menguat, Bursa Asia Tertekan Minyak Dunia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup naik di zona hijau ketika bursa Asia masih berjuang melawan menurunnya ekonomi China serta ketidakstabilan harga minyak dunia. IHSG hari ini ditutup naik 73,16 poin atau 1,62% ke level 4.583,63.
Pada pembukaan pagi tadi, IHSG tercatat naik 19,06 poin atau 0,42% ke level 4.529,53 dan pada sesi I IHSG menjaga tren positif dengan kenaikan 35,56 poin atau 0,79% ke posisi 4.546,03. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup membaik 4,68 poin atau 0,10% ke level 4.510,47
Dilansir Reuters, Rabu (27/1/2016) bursa saham Asia hari ini berjuang keras melawan harga minyak dunia yang terus goyah ditambah perlambatan ekonomi China. Jelang keputusan Federal Reserve AS (Bank Sentral Amerika) menjadi sentimen rapuh buat beberapa bursa Asia.
Tak hanya di Asia, beberapa pasar saham Eropa juga bergerak mixed saat indeks FTSE, Inggris dan Indeks CAC 40, Prancis cenderung flat, meski berubah lebih tinggi dengan kenaikan tipis. Sedangkan indeks DAX, Jerman stagnan tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya.
Saham perusahaan raksasa teknologi Apple Inc diperkirakan mengalami penurunan pendapatan untuk pertama kalinya dalam 13 tahun terakhir. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang tercatat menyusut 0,2% diikuti pelemahan saham Australia sebesar 1,2%. Saat saham Asia anjlok lebih dari 3% setelah sempat merosot 6,4% dalam sesi sebelumnya, Asia gagal menarik banyak dukungan.
Tercatat Indeks Nikkei mengakhiri hari ini menanjak naik 455,02 poin atau 2,72% ke posisi 17.163,92, Indeks Hang Seng melonjak 191,65 poin atau 1,02% ke level 19.052,45. Sementara Indeks Shanghai masih melemah 14,23 poin atau 0,52% ke posisi 2.735,56 dan Indeks Strait Times masih menguat tipis 6,09 poin atau 0,24% ke level 2.551,70.
Sektor saham di perdagangan Tanah Air mayoritas menguat yang dipimpin sektor konsumen naik tajam sebesar 4,27%, disusul sektor pertanian yang turun 2,95% serta sektor manufaktur melesat 3,17%. Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,28 triliun dengan 5,41 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp87,8 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,05 triliun dan aksi beli asing Rp2,14 triliun.
Tercatat 178 saham menguat, 93 melemah, dan 105 stagnan. Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2925 menjadi Rp58.800, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dan PT First Media Tbk (KBLV) naik Rp135 menjadi Rp1.595. Sementara, saham-saham yang menurun di antaranya PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO), PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) serta PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).
Pada pembukaan pagi tadi, IHSG tercatat naik 19,06 poin atau 0,42% ke level 4.529,53 dan pada sesi I IHSG menjaga tren positif dengan kenaikan 35,56 poin atau 0,79% ke posisi 4.546,03. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup membaik 4,68 poin atau 0,10% ke level 4.510,47
Dilansir Reuters, Rabu (27/1/2016) bursa saham Asia hari ini berjuang keras melawan harga minyak dunia yang terus goyah ditambah perlambatan ekonomi China. Jelang keputusan Federal Reserve AS (Bank Sentral Amerika) menjadi sentimen rapuh buat beberapa bursa Asia.
Tak hanya di Asia, beberapa pasar saham Eropa juga bergerak mixed saat indeks FTSE, Inggris dan Indeks CAC 40, Prancis cenderung flat, meski berubah lebih tinggi dengan kenaikan tipis. Sedangkan indeks DAX, Jerman stagnan tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya.
Saham perusahaan raksasa teknologi Apple Inc diperkirakan mengalami penurunan pendapatan untuk pertama kalinya dalam 13 tahun terakhir. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang tercatat menyusut 0,2% diikuti pelemahan saham Australia sebesar 1,2%. Saat saham Asia anjlok lebih dari 3% setelah sempat merosot 6,4% dalam sesi sebelumnya, Asia gagal menarik banyak dukungan.
Tercatat Indeks Nikkei mengakhiri hari ini menanjak naik 455,02 poin atau 2,72% ke posisi 17.163,92, Indeks Hang Seng melonjak 191,65 poin atau 1,02% ke level 19.052,45. Sementara Indeks Shanghai masih melemah 14,23 poin atau 0,52% ke posisi 2.735,56 dan Indeks Strait Times masih menguat tipis 6,09 poin atau 0,24% ke level 2.551,70.
Sektor saham di perdagangan Tanah Air mayoritas menguat yang dipimpin sektor konsumen naik tajam sebesar 4,27%, disusul sektor pertanian yang turun 2,95% serta sektor manufaktur melesat 3,17%. Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,28 triliun dengan 5,41 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp87,8 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,05 triliun dan aksi beli asing Rp2,14 triliun.
Tercatat 178 saham menguat, 93 melemah, dan 105 stagnan. Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2925 menjadi Rp58.800, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dan PT First Media Tbk (KBLV) naik Rp135 menjadi Rp1.595. Sementara, saham-saham yang menurun di antaranya PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO), PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) serta PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).
(akr)
Lihat Juga :