Rupiah Berakhir Jaga Tren Penguatan, USD Stagnan

Rabu, 27 Januari 2016 - 17:10 WIB
Rupiah Berakhir Jaga...
Rupiah Berakhir Jaga Tren Penguatan, USD Stagnan
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan hari ini Rabu (20/1/2016) sukses menjaga tren penguatan sejak sesi pembukaan. Sementara USD cenderung stagnan ketika para investor menunggu hasil dari pertemuan Federal Reserve (Bank Sentral Amerika) untuk memastikan apakah suku bunga acuan akan kembali naik atau tidak.

Rupiah sendiri mengakhiri hari ini tetap menguat menurut data Yahoo Finance, ada di level Rp13.850/USD dengan kisaran harian Rp13.805-Rp13.890/USD. Posisi tersebut naik 50 poin dibanding posisi kemarin di posisi Rp13.900/USD.

Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah ada pada level Rp13.875/USD. Posisi itu menanjak naik 30 poin dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.905/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg hingga sesi penutupan ada di posisi Rp13.876/USD. Posisi itu membaik 9 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.885/USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah juga mengalami penguatan pada level Rp13.871/USD. Posisi ini lebih baik dari penutupan kemarin di level Rp13.904/USD.

Sedangkan USD seperti dilansir Reuters, cenderung bergerak stabil di tengah menunggu kepastikan soal suku bunga acuan AS. Hal berbeda justru terjadi pada Dolar Australia naik ke posisi tertinggi dalam tiga pekan terakhir.

"Pasar tidak mengharapkan apa-apa terutama untuk hari ini. Sedikit kejutan akan memberikan sedikit dukungan buat dolar. Tapi saya pikir pertanyaan sesungguhnya adalah apakat pembuat kebijakan Fed menghasilkan keputusan yang berpihak kepada pertumbuhan global," jelas Ahli Strategi Mata Uang Rabobank, Jane Foley.

Indeks USD berakhir mendatar di posisi 99.074, setelah kemarin sempat jatuh 0,3%. Sedangkan euro tercatat sedikit menguat terhadap USD dalam perdagangan Eropa, ke posisi 1.0818 dan kemudian kembali lagi ke level 1.0868.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
1 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
3 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
3 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
4 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
7 jam yang lalu
Infografis
3 Keuntungan Rusia Jika...
3 Keuntungan Rusia Jika Perang Melawan Ukraina Berakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved