Penguatan Rupiah Diramal Tertahan Hari Ini
Kamis, 28 Januari 2016 - 08:51 WIB
Penguatan Rupiah Diramal Tertahan Hari Ini
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah pada hari ini jelang akhir pekan diperkirakan potensi penguatannya bakal tertahan berkurang. Meski begitu walaupun terjadi pelemahan, maka cenderung hanya terbatas sehingga tidak membentuk tren negatif yang dalam.
"Menguatnya kembali rupiah terhadap USD diperkirakan dapat berlanjut dalam jangka pendek," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (28/1/2016).
Dia menambahkan penguatan ini bisa saja terjadi apabila The Fed menetapkan untuk tidak menaikkan tingkat suku bunganya. Di sisi lain, para pelaku pasar tetap harus fokus terhadap sentimen pelemahan Euro dan harga minyak mentah.
Dia memprediksi rupiah melemah terbatas di support Rp13.890/USD serta resisten di level Rp13.845/USD. Sementara jelang keputusan The Fed, para pelaku pasar terlihat tidak banyak mengambil risiko dengan menjual USD nya di beberapa negara.
Terlihat dari melemahnya USD terhadap EUR, CHF, BRL, serta IDR. Namun demikian, pelemahan yang terjadi bersifat terbatas. Menurutnya pelemahan USD ini diperkirakan terjadi karena para pelaku pasar berekspektasi akan tetapnya tingkat suku bunga AS sehingga membuat laju USD bergerak terbatas.
Adapun lanjuta dia pelemahan yang terjadi pada USD bersifat hanya jangka pendek yang dikarenakan para investor tidak mungkin terus berharap tidak berubahnya tingkat suku bunga AS dan harga minyak mentah dunia yang terus menanjak.
"Seperti yang kita ketahui, The Fed berencana menaikkan suku bunga nya secara bertahap pada tahun ini guna membangkitkan kembali perekonomian AS," pungkasnya.
"Menguatnya kembali rupiah terhadap USD diperkirakan dapat berlanjut dalam jangka pendek," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (28/1/2016).
Dia menambahkan penguatan ini bisa saja terjadi apabila The Fed menetapkan untuk tidak menaikkan tingkat suku bunganya. Di sisi lain, para pelaku pasar tetap harus fokus terhadap sentimen pelemahan Euro dan harga minyak mentah.
Dia memprediksi rupiah melemah terbatas di support Rp13.890/USD serta resisten di level Rp13.845/USD. Sementara jelang keputusan The Fed, para pelaku pasar terlihat tidak banyak mengambil risiko dengan menjual USD nya di beberapa negara.
Terlihat dari melemahnya USD terhadap EUR, CHF, BRL, serta IDR. Namun demikian, pelemahan yang terjadi bersifat terbatas. Menurutnya pelemahan USD ini diperkirakan terjadi karena para pelaku pasar berekspektasi akan tetapnya tingkat suku bunga AS sehingga membuat laju USD bergerak terbatas.
Adapun lanjuta dia pelemahan yang terjadi pada USD bersifat hanya jangka pendek yang dikarenakan para investor tidak mungkin terus berharap tidak berubahnya tingkat suku bunga AS dan harga minyak mentah dunia yang terus menanjak.
"Seperti yang kita ketahui, The Fed berencana menaikkan suku bunga nya secara bertahap pada tahun ini guna membangkitkan kembali perekonomian AS," pungkasnya.
(akr)