BI Sindir Perbankan soal Suku Bunga

Jum'at, 29 Januari 2016 - 11:42 WIB
BI Sindir Perbankan...
BI Sindir Perbankan soal Suku Bunga
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyindir perbankan yang masih belum menurunkan suku bunga deposito, meski BI telah menurunkan suku bunga acuan (BI rate).

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, ‎perbankan bisa saja beralasan bahwa saat ini kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perbankan nasional sedang naik. Perbankan pun berhati-hati untuk menurunkan bunga depositnya.

"‎Jadi yang memang tidak layak kredit, bunganya enggak bisa diturunin. Ya yang layak kredit turunin dong," katanya di Graha Niaga, Jakarta, Jumat (29/1/2016).

Padahal, sambung dia, masih bertenggernya bunga deposito perbankan di level tinggi bukan terjadi karena hal tersebut. Namun, lebih karena pemilik rekening perbankan yang menyimpan deposit ‎di bank nasional dengan jumlah yang tinggi tidak mau bunga deposit diturunkan.

Mirza menyebutkan, saat ini di Indonesia terdapat 160 juta hingga 170 juta pemilik rekening. Namun, sekitar 200 ribu rekening menguasai dana di perbankan hingga 57%. Mereka lah yang memiliki deposit perbankan dalam jumlah besar.

"200 ribu rekening ini yang pada minta bunga deposit tinggi. Jadi, yang 200 ribu rekening ini juga harus mau minta (bunga deposit) turun. Kalau enggak ya bunga depositnya tinggi terus," katanya.

Menurut dia, pemilik 200 ribu rekening ini pasti akan mengatakan bahwa mereka tidak mau suku bunga diturunkan lantaran inflasi masih tinggi. Mereka tidak mau uang yang didepositkan akan termakan inflasi.

"Tapi pemerintah dan BI bilang, inflasinya sudah 3,3%. Minta bunga depositnya turun dong. Oh ini ini, macam-macam lah. Selama berbagai bank ini tidak berani turunkan bunga deposit, ya yang besar-besar ini saling adu saja," tandas Mirza.

Seperti diketahui, BI pada rapat dewan gubernur (RDG) BI periode Januari 2016 telah menurunkan tingkat suku bunga BI dari 7,5% menjadi 7,25%. BI mengklaim bahwa saat ini situasi dan kondisi ekonomi di Tanah Air telah memungkinkan untuk otoritas moneter menurunkan suku bunga acuannya.

Sayangnya, penurunan BI rate yang selama ini telah ditunggu-tunggu para pelaku usaha di Indonesia tidak dibarengi dengan penurunan suku bunga deposit perbankan di Indonesia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Rate Naik, LPS Tetap...
BI Rate Naik, LPS Tetap Tahan Tingkat Bunga Penjaminan 3,5%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Membaca Peluang Tipis...
Membaca Peluang Tipis Penurunan Suku Bunga Acuan BI Jelang Tutup Tahun 2025
Breaking News! BI Pangkas...
Breaking News! BI Pangkas Suku Bunga Jadi 6%
BI dan The Fed Pangkas...
BI dan The Fed Pangkas Suku Bunga, Perbankan Kapan?
Ekonom: BI Berpeluang...
Ekonom: BI Berpeluang Lanjutkan Pemangkasan BI Rate hingga 5,50% Akhir 2024
Berita Terkini
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
27 menit yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
51 menit yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
1 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
1 jam yang lalu
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
1 jam yang lalu
Infografis
Respons Rusia soal Trump...
Respons Rusia soal Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved