BI: Ekonomi China Salah Satu Penentu Pertumbuhan RI

Jum'at, 29 Januari 2016 - 17:15 WIB
BI: Ekonomi China Salah...
BI: Ekonomi China Salah Satu Penentu Pertumbuhan RI
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengemukakan perlambatan ekonomi yang terjadi di China turut menjad‎i salah satu faktor penentu pertumbuhan ekonomi Indonesia (RI) tahun ini. Perlambatan ekonomi Negeri Tirai Bambu banyak memengaruhi kondisi perekonomian di Tanah Air.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menuturkan, pertumbuhan ekonomi China saat ini tengah bergejolak dan membuat harga komoditas terpuruk begitu dalam. Bahkan, harga komoditas di pasar global terjerembab 50% hingga 80% dari sebelumnya.

"Ada isu baru yaitu China‎. Penurunan pertumbuhan ekonomi China telah membuat harga komoditas anjlok 50% sampai 80%. Dan indonesia yang ekspornya lebih dari 50% komoditas, maka ekspor kita juga turun," ujarya di Graha Niaga, Jakarta, Jumat (29/1/2016).

Menurut Agus, provinsi di Tanah Air yang selama ini menikmati tingginya harga komoditas, sekarang justru mengalami penurunan pertumbuhan. Karena itu, China menjadi hal penting yang patut diwaspadai pada tahun ini.

"Kalau masih lambat, maka harga komoditas akan turun terus. Kalau China stabil, harga komoditi akan lebih stabil dan membuat ekonomi di provinsi-provinsi itu akan kembali naik," imbuhnya.

Dia memperkirakan, perlambatan pertumbuhan ekonomi China akan kembali membaik pada semester II/2016. Perbaikan tersebut, diharapkan harga komoditas akan balik menguat.

"‎Kalau bisa recover, maka akan ada recover di harga komoditas. Itu yang menjadi basis penghitungan dan estimasi kita terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di 2016 ini," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved