Pacu Produktivitas Nelayan, Kemenperin Bangun Pabrik Es dan Garam

Selasa, 02 Februari 2016 - 04:01 WIB
Pacu Produktivitas Nelayan,...
Pacu Produktivitas Nelayan, Kemenperin Bangun Pabrik Es dan Garam
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus meningkatkan penyediaan fasilitas produksi bagi nelayan di Indonesia. Setelah membangun 12 pabrik es di beberapa daerah, Kemenperin akan membangun sarana yang sama di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Dari sekian banyak kebutuhan fasilitas pendukung, dua di antaranya adalah pabrik es dan industri garam yang menyokong pengawetan hasil laut mereka,” kata Menperin Saleh Husin usai menerima Walikota Kupang, Jonas Salean di Jakarta, Senin (1/2/2016).

Pembangunan pabrik es juga diintegrasikan dengan lokasi aktivitas nelayan seperti berdekatan dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Pengelola bisa dilakukan oleh koperasi, TPI atau kelompok usaha bersama (KUB) setempat.

Sejak 2007 hingga 2015, Kemenperin telah memberikan bantuan mesin peralatan es balok berkapasitas 10 ton per hari. Lokasinya tersebar di 12 daerah yaitu di Pasaman Barat, Pariaman (Sumbar), Sampang, Pamekasan (Madura), Kota Bengkulu, Lampung Selatan, Tuban, Lamongan, Minahasa Selatan, Ambon, Baubau (Sultra), dan Donggala (Sulteng).

“Pasokan es balok ini berdampak langsung pada kualitas tangkapan. Bahkan Presiden Joko Widodo memberi perhatian pada pemenuhan kebutuhan cold storage ini,” ujar Menteri Saleh.

Potensi lestari sumber daya ikan laut Teluk Kupang hampir mencapai 20 ribu ton per tahun. Kupang juga menjadi pusat konsentrasi nelayan dari berbagai daerah seperti Sulawesi, Jawa, Madura dan NTB.

“Kami berharap pabrik es dapat mendukung cold storage sehingga jangka waktu pengawetan ikan lebih lama dan untuk memasok nelayan saat melaut,” jelas Walikota Kupang Jonas Salean.

Teknologi Penggaraman


Selain pabrik es, di Kupang juga akan dikembangkan industri garam lebih lanjut. Lahan yang tersedia seluas 1,5 hektare dan telah memproduksi garam 70 ton per hektare. Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, menurut Jonas, garam juga digunakan pada pengawetan ikan tangkapan nelayan.

Kemenperin siap memadukan produksi es balok dengan teknologi penggaraman. “Dari produksi garam, produk sampingannya dapat digunakan untuk meningkatkan titik beku es balok. Dari biasanya hanya -4 derajat celsius bisa menjadi -10 derajat,” kata Direktur IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur Ditjen IKM Kemenperin, Sudarto.

Titik beku di level ini, imbuhnya, maka es mampu digunakan lebih lama terutama saat digunakan melaut oleh nelayan. Dia memperkirakan es dapat bertahan hingga 10 hari, sedangkan es yang diproduksi secara konvesional hanya sanggup bertahan 2-3 hari sebelum mulai mencair.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inovatif dalam Teknologi,...
Inovatif dalam Teknologi, 11 Perusahaan Raih Penghargaan Rintek
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Kemenperin Buka 971...
Kemenperin Buka 971 Formasi CPNS, Dari Tenaga Teknis hingga Kesehatan
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
KPK Bekali Pemahaman...
KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Berita Terkini
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
19 menit yang lalu
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
36 menit yang lalu
Didimax Rayakan Ulang...
Didimax Rayakan Ulang Tahun ke-27, Kepala Bappebti Berikan Apresiasi
40 menit yang lalu
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
1 jam yang lalu
Transisi Energi Bersih...
Transisi Energi Bersih Didoorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
1 jam yang lalu
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
1 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved