KSPI Beberkan Faktor Utama Marak PHK

Jum'at, 05 Februari 2016 - 09:31 WIB
KSPI Beberkan Faktor...
KSPI Beberkan Faktor Utama Marak PHK
A A A
JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengungkapkan, daya beli masyarakat yang melemah menjadi faktor utama perusahaan asing di Indonesia melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) awal tahun ini. (Baca: Dua Perusahaan Elektronik Jepang di RI PHK 2.500 Karyawan)

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, permasalahan PHK bukan hanya terkait upah yang rendah. Peraturan pemerintah juga dinilainya tidak efektif meningkatkan kesejahteraan.

"Daya beli faktor utama, upah ya tapi nomor sekian. Jadi PP No 78 tahun 2015 tidak tepat, lepas sasaran, tidak efektif, daya beli turun terjadi," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/2/2016).

Menurut dia, menurunnya daya beli tersebut berdampak pada turunnya angka penjualan dua perusahaan elektronik asal Jepang. Faktor lainnya tak terlepas dari regulasi. (Baca: 11 Perusahaan Berencana Lakukan PHK).

"Toshiba dan Panasonic tidak laku di pasaran. Faktor lain regulasi izin tiga jam di BKPM tidak ada itu, belum terlaksana, itu secara kebijakan terjadi tapi implementasinya jauh," kata Said.

Kebijakan yang tidak berjalan itu, lanjut Iqbal, tercermin dari salah satu paket kebijakan yang tidak berjalan. Isi dan penerapannya berbeda jauh.

"Paket kebijakan jilid VI punya kebijakan tidak ada PHK karyawan, maka dipermudah lewat kredit usaha. Faktanya PT Jaba Garmindo ajukan kredit tidak dikasih dan akhirnya PHK 4.700 buruh," pungkasnya.

Baca Juga:

Istana Santai Tanggapi Penutupan Panasonic-Toshiba

Panasonic-Toshiba Tutup, Ini yang Akan Dilakukan BKPM

Dua Perusahaan Automotif Jepang Susul PHK Ribuan Karyawan
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Badai PHK Melanda, 26.455...
Badai PHK Melanda, 26.455 Pekerja Terdampak hingga Mei 2025
2024 Baru Mulai, Google...
2024 Baru Mulai, Google Pecat 1.000 Karyawan dari Berbagai Divisi
3.188 Buruh di Purwakarta...
3.188 Buruh di Purwakarta Terkena PHK Massal
46.000 Pekerja Diterjang...
46.000 Pekerja Diterjang Badai PHK, Korban Terbanyak Jateng dan Jakarta
Badai PHK Massal Hantam...
Badai PHK Massal Hantam Otomotif Eropa: Renault Siap Pangkas 3.000 Karyawan, Total Korban Tembus 34.000 Jiwa di 2025!
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
31 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Program Utama Pemerintahan Prabowo-Gibran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved