Alasan Banyak Perusahaan Asing Hengkang dari Indonesia

Senin, 08 Februari 2016 - 17:15 WIB
Alasan Banyak Perusahaan...
Alasan Banyak Perusahaan Asing Hengkang dari Indonesia
A A A
JAKARTA - Ekonom Indef Dzulfian Syafrian mengemukakan fenomena banyaknya perusahaan asing hengkang dari Indonesia dalam beberapa waktu terakhir ini akibat sejumlah faktor. Salah satunya semakin ketatnya persaingan usaha.

"Mereka kalah bersaing dengan merek-mereka lain. Misal Toshiba kalah dengan samsung, Ford kalah dengan mobil-mobil Jepang seperti Toyota atau Honda," ujarnya, Senin (8/2/2016).

Selanjutnya, kata Dzulfian, mahalnya ongkos produksi. Di era globalisasi seperti saat ini, global supply chain adalah sebuah keniscayaan, hampir tak mungkin dalam memproduksi suatu barang tidak membutuhkan bahan baku impor. "Terlebih dalam konteks Indonesia, konten bahan impor bagi produksi nasional itu sangat tinggi sehingga kita sangat bergantung terhadap impor," imbuhnya.

Dzulfian menuturkan ketika rupiah melemah seperti saat ini harga barang-barang dan bahan impor menjadi lebih mahal yang berarti meningkatnya ongkos produksi industri.

Di sisi lain, daya beli masyarakat Indonesia sedang turun baik disebabkan perlambatan ekonomi maupun kepercayaan (confidence) konsumen sedang menurun. Sehingga, konsumen memilih menyimpan uangnya dibanding untuk konsumsi.

Selain itu, dalam konteks Harley Davidson, peningkatan ongkos produksi disebabkan oleh peningkatan pajak impor barang tersebut, seperti pajak barang mewah atas kepemilikan motor ini. Konsekuensinya bisnis ini menjadi kurang menggiurkan lagi.

Dia mengungkapkan, hengkangnya perusahaan-perusahaan tersebut merupakan lampu kuning bagi pemerintah untuk mempercepat perbaikan dan peningkatan iklim investasi serta melakukan bisnis (doing business) di Tanah Air. "Karena jika tidak, bukan tidak mungkin perusahaan-perusahaan lain akan ikut menyusul angkat kaki dari Indonesia," tandas Dzulfian.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
3 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
13 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
50 menit yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
1 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved