DPR Ragukan Kemampuan Kereta Cepat China

Senin, 08 Februari 2016 - 18:38 WIB
DPR Ragukan Kemampuan...
DPR Ragukan Kemampuan Kereta Cepat China
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi VI DPR RI Achmad Hafidz Tohir meragukan kemampuan perusahaan konsorsium China yang bekerja sama dalam proyek kereta cepat (high speed train/HST) Jakarta-Bandung. Menurutnya, belum ada pembuktian perusahaan tersebut berhasil membangun kereta cepat selain di negaranya sendiri.

"Kalau dari track record, kita enggak bisa lihat di negara mana dia sudah bangun.Yang ada hanya proposal-proposal. Di Iran, Nigeria, memang waktu itu sempat ada, tapi belum nampak wujudnya sama sekali. Saya dengar di California juga akan dibangun, tapi apa betul? AS juga sangat teliti dalam teknologi," ujarnya kepada Sindonews, Jakarta, Senin (8/2/2016)

Di luar pembangunan kereta cepat di China, Hafidz menyatakan, pihaknya juga meragukan keunggulan teknologi yang digunakan. (Baca: DPR Komplain Proyek Kereta Cepat Pakai Aset Negara)

"Kalau di China memang banyak dibangun kereta cepat. Tapi kalau di negara lain, belum ada hasil China membangun kereta cepat. Entah ada masalah sama teknologinya kah, itu yang harus dicari datanya," tegasnya.

Sebelumnya, Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu menilai, proyek kereta cepat bakal bernasib sama dengan proyek kelistrikan (fast track programme/FTP) 10.000 megawatt (MW) 1 dan 2 di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Baca: Kereta Cepat Bisa Senasib dengan Proyek Listrik Era SBY)

Ketua FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono mengatakan, kala itu proyek kelistrikan 10.000 MW didanai dari hasil pinjaman Bank Exim China, yang direncanakan akan selesai hingga akhir periode pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid I atau selama lima tahun pertama. (Baca: Bappenas: Kereta Cepat Proyek Jangka Panjang)

"‎Namun yang terjadi? Hingga SBY berakhir pemerintahannya bersama Budiono, proyek pembangkit listrik hasil proyek tahap I, yang dicanangkan sebesar 10 ribu MW tersebut baru diselesaikan sekitar 8.500 MW, sisanya diharapkan selesai 2016," ungkapnya, dalam keterangan tertulis, pekan lalu.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbandingan Kereta...
Perbandingan Kereta Cepat Shanghai vs KCJB Indonesia, dari Kecepatan hingga Tarif
Naik Kereta Cepat Whoosh...
Naik Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung hanya Rp50 Ribu, Begini Caranya!
Revolusi Kereta Cepat...
Revolusi Kereta Cepat China: Melaju Secepat Pesawat, Lebih Baik dari Hyperloop Elon Musk
Whoosh, Kereta Cepat...
Whoosh, Kereta Cepat yang Membuat Kunjungan Wisatawan Bertambah
Kereta Hyperloop China...
Kereta Hyperloop China Pecahkan Rekor, Ditarget 2.000 Kpj dan Lebih Cepat dari Pesawat
Intip Spesifikasi Kereta...
Intip Spesifikasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh, Mampu Melesat 350 Km/jam
Berita Terkini
Dukung Ekonomi Berkelanjutan,...
Dukung Ekonomi Berkelanjutan, Jamkrindo Syariah Perkuat Penerapan Prinsip Syariah
41 menit yang lalu
Purbaya Tolak Permintaan...
Purbaya Tolak Permintaan Himbara Perpanjang Tenor Dana SAL hingga Setahun
53 menit yang lalu
100 Jenama Indonesia...
100 Jenama Indonesia Unjuk Gigi di MASA Singapore 2026, Astra Dorong Kolaborasi Bersama
55 menit yang lalu
Mobilitas Makin Hemat:...
Mobilitas Makin Hemat: Nikmati Promo Spesial BRI Kartu Kredit di Aplikasi MyBluebird
1 jam yang lalu
JICT dan Bea Cukai Sinergi...
JICT dan Bea Cukai Sinergi Percepat Penanganan Kontainer Longstay di Pelabuhan
1 jam yang lalu
Defisit APBN 2026 Diprediksi...
Defisit APBN 2026 Diprediksi Bengkak Jadi Rp734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB
1 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved