Kecepatan Kereta Cepat China Setiap Tahun Turun

Senin, 08 Februari 2016 - 22:07 WIB
Kecepatan Kereta Cepat...
Kecepatan Kereta Cepat China Setiap Tahun Turun
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi VI DPR RI Achmad Hafidz Tohir menuturkan, pengalaman pribadi saat dirinya menaiki kereta cepat (high speed train/HST) China sewaktu berkunjung ke Negeri Panda. Setiap tahun kecepatan kereta cepat China terus menurun.

"Pengalaman pribadi saya kecepatan kereta itu menurun. Beda dengan Shinkansen milik Jepang. Sekalinya mereka jalan 400km/jam, ya mereka konsisten sampai sekarang. Tapi kalau kereta cepat China, waktu saya ke sana, perjalanan dari Shanghai ke Pudong airport, saat pertama kereta itu dibangun tahun 2006, itu kecepatannya 430 km/jam. Setahun kemudian saya datang ke sana tinggal 340 km/jam, terus sekarang kabarnya hanya 220km/jam," ujarnya kepada Sindonews, Jakarta, Senin (8/2/2016).

(Baca: DPR Ragukan Kemampuan Kereta Cepat China)

Dia mengatakan, bila membaca grafik tersebut ada keraguan dengan teknologi yang ditawarkan China untuk proyek transportasi tersebut. "Jadi lebih baik kita jangan berjudi lah dengan uang triliunan rupiah demi teknologi yang abal-abal. Kita beli teknologi yang benar-benar berkualitas saja," imbuh Hafidz.

"Karena ini betul-betul bukan uang pemerintah, ini uang rakyat meskipun dengan kerja sama B to B (business to business). Tetap saja di sana ada uang rakyat. Rakyat yang akan membayar dalam bentuk karcis kereta. Jadi ini caranya saja lewat swasta. Tapi tetap merupakan beban negara," tandasnya.

(Baca: DPR Komplain Proyek Kereta Cepat Pakai Aset Negara)

Sebelumnya, Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu menilai, proyek kereta cepat bakal bernasib sama dengan proyek kelistrikan (fast track programme/FTP) 10.000 megawatt (MW) 1 dan 2 di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

(Baca: Kereta Cepat Bisa Senasib dengan Proyek Listrik Era SBY)

Ketua FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono mengatakan, kala itu proyek kelistrikan 10.000 MW didanai dari hasil pinjaman Bank Exim China, yang direncanakan akan selesai hingga akhir periode pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid I atau selama lima tahun pertama.

"‎Namun yang terjadi? Hingga SBY berakhir pemerintahannya bersama Budiono, proyek pembangkit listrik hasil proyek tahap I, yang dicanangkan sebesar 10 ribu MW tersebut baru diselesaikan sekitar 8.500 MW, sisanya diharapkan selesai 2016," ungkapnya, dalam keterangan tertulis, akhir pekan kemarin.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbandingan Kereta...
Perbandingan Kereta Cepat Shanghai vs KCJB Indonesia, dari Kecepatan hingga Tarif
Naik Kereta Cepat Whoosh...
Naik Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung hanya Rp50 Ribu, Begini Caranya!
Revolusi Kereta Cepat...
Revolusi Kereta Cepat China: Melaju Secepat Pesawat, Lebih Baik dari Hyperloop Elon Musk
Whoosh, Kereta Cepat...
Whoosh, Kereta Cepat yang Membuat Kunjungan Wisatawan Bertambah
Kereta Hyperloop China...
Kereta Hyperloop China Pecahkan Rekor, Ditarget 2.000 Kpj dan Lebih Cepat dari Pesawat
Intip Spesifikasi Kereta...
Intip Spesifikasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh, Mampu Melesat 350 Km/jam
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
42 menit yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
1 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
2 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
4 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
4 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
4 jam yang lalu
Infografis
Proyek Kereta Cepat...
Proyek Kereta Cepat Whoosh Rugikan WIKA Rp7,12 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved