Nilai Ekspor Tujuh Komoditas Pangan Ini Naik
Senin, 15 Februari 2016 - 14:35 WIB
Nilai Ekspor Tujuh Komoditas Pangan Ini Naik
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, meski ekspor barang-barang industri pada Januari menurun, namun ada tujuh komoditas pangan yang ekspornya berhasil naik tajam. Pertama, komoditas kopi yang nilai ekspornya naik tinggi.
"Kopi ini baik sekali ekspornyanya, naik 17,9% atau mencapai USD92 juta," kata Kepala BPS Suryamin, Jakarta, (15/2/2016).
Kedua, lada putih sebesar USD11,68 juta atau naik 2,74%. Ketiga, ternak Babi menjadi USD5 juta atau naik 12,84%. "Babi kita ini disukai sama negara lain. Mereka biasanya ambil dari Sulawesi Utara dan Sumatera Barat," jelas dia.
Keempat, ternak udang mencapai USD5 juta, atau naik 12,48%. Kelima, ikan hidup sebesar USD4,5 juta atau naik 4,64%, kemudian ada kepiting yang sebesar USD3,2 juta atau naik 101,67%. Ketujuh, ikan hidup dari budidaya sebesar USD2,4 juta atau naik 12,6%.
Sebagai informasi, barang industri pengolahan turun 15,53% secara year on year dari USD9,27 miliar menjadi USD7,83 miliar dengan share 70,1% menjadi 74,6%.
"Jadi, walaupun barang industri turun secara year on year, tapi tertolong dengan beberapa komoditas yang naik tajam secara bulanan," pungkas dia.
Baca: Neraca Perdagangan RI Januari 2016 Surplus USD50,6 juta
"Kopi ini baik sekali ekspornyanya, naik 17,9% atau mencapai USD92 juta," kata Kepala BPS Suryamin, Jakarta, (15/2/2016).
Kedua, lada putih sebesar USD11,68 juta atau naik 2,74%. Ketiga, ternak Babi menjadi USD5 juta atau naik 12,84%. "Babi kita ini disukai sama negara lain. Mereka biasanya ambil dari Sulawesi Utara dan Sumatera Barat," jelas dia.
Keempat, ternak udang mencapai USD5 juta, atau naik 12,48%. Kelima, ikan hidup sebesar USD4,5 juta atau naik 4,64%, kemudian ada kepiting yang sebesar USD3,2 juta atau naik 101,67%. Ketujuh, ikan hidup dari budidaya sebesar USD2,4 juta atau naik 12,6%.
Sebagai informasi, barang industri pengolahan turun 15,53% secara year on year dari USD9,27 miliar menjadi USD7,83 miliar dengan share 70,1% menjadi 74,6%.
"Jadi, walaupun barang industri turun secara year on year, tapi tertolong dengan beberapa komoditas yang naik tajam secara bulanan," pungkas dia.
Baca: Neraca Perdagangan RI Januari 2016 Surplus USD50,6 juta
(izz)
Lihat Juga :