Atasi PHK, Pemerintah Harus Buka Lapangan Kerja Besar-besaran

Selasa, 16 Februari 2016 - 01:39 WIB
Atasi PHK, Pemerintah...
Atasi PHK, Pemerintah Harus Buka Lapangan Kerja Besar-besaran
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia, Hendri Saparini ‎menyatakan, pemerintah harus menyediakan lapangan kerja yang banyak untuk mengatasi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Tanah Air. Ironisnya, PHK terjadi di tengah upaya pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur.

"‎Iya, pemerintah harus menyediakan lapangan pekerjaan yang banyak, besar-besaranlah istilahnya. Untuk menangani PHK ini. Sekarang kan pemerintah sedang fokus ke infrastruktur, nah yang lainnya patut dibuka (sektornya)," ujarnya kepada Sindonews, Jakarta (15/2/2016)

Menurut Hendri, sektor industri elektronik di Indonesia ibarat 'sedang terguncang' usai sejumlah perusahaan asal Jepang menutup pabriknya, seperti Panasonic dan Toshiba. (Baca: Banjir Elektronik China Penyebab Pabrik Toshiba Tutup)

"Kalau ternyata kita enggak mampu menambah lapangan kerja baru, maka PHK yang terjadi akan menambah pengangguran. Kalau kemarin itu kan yang tutup sektor industri elektronik, tapi pemerintah belum menyediakan itu. Terus mereka yang di-PHK, buruh-buruh itu mau kerja dimana? Bidang mereka kan cuma di elektronik," katanya.

Kesimpulannya, kata Hendri, secara makro kondisi ini bisa saling menutupi. Banyak PHK dari industri, tapi sektor infrastruktur jalan dan menyaring banyak tenaga kerja.

Namun, itupun bisa menjadi kerugian besar karena sektor industri bakal terjadi perlambatan dan tidak lagi menyumbang secara perdagangan pada akhirnya.

"Itu akan jadi kerugian besar pastinya, di satu sisi, makronya bisa saling nutupi. Tapi, dari sektoral ada yang cacat. Maka upaya pemerintah menciptakan lapangan kerja besar-besaran sangat penting karena sektor yang tutup, seperti elektronik, memang kompetitifnesnya mereka pun turun di negaranya," pungkas Hendri.

Baca juga:

Dua Perusahaan Elektronik Jepang di RI PHK 2.500 Karyawan

KSPI Tuding Pemerintah Tak Bantu Panasonic dan Toshiba

BPS Tak Khawatir PHK Besar-Besaran di Indonesia
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Badai PHK Melanda, 26.455...
Badai PHK Melanda, 26.455 Pekerja Terdampak hingga Mei 2025
2024 Baru Mulai, Google...
2024 Baru Mulai, Google Pecat 1.000 Karyawan dari Berbagai Divisi
Teknologi Ini Diklaim...
Teknologi Ini Diklaim Mampu Cegah PHK Massal di Industri Startup
Samsung Gelar PHK Massal,...
Samsung Gelar PHK Massal, 30% Karyawan Global Terancam
Ngamuk Rekannya Kena...
Ngamuk Rekannya Kena PHK, Ratusan Karyawan Google Mogok Kerja
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
5 menit yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
38 menit yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
1 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
2 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
4 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Membangkang, Panglima...
Membangkang, Panglima Israel Tolak Perintah Serang Gaza Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved