Pembangunan Smelter Molor, Menteri ESDM Sebut Bukan Pembangkangan

Selasa, 16 Februari 2016 - 19:32 WIB
Pembangunan Smelter...
Pembangunan Smelter Molor, Menteri ESDM Sebut Bukan Pembangkangan
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said membantah jika pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian konsentrat (smelter) yang molor dari target 2017, disebut sebagai sebuah pembangkangan atas Undang-undang (UU) Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) ataupun Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 tahun 2014.

(Baca Juga: Komoditas Anjlok, Pemerintah Melunak Soal Kewajiban Bangun Smelter)

Dia mengatakan, ‎pemerintah saat ini harus menerima kenyataan bahwa tidak seluruh smelter yang dibangun dapat selesai 2017. Hal ini ditegaskan bukan sebuah kesengajaan untuk melanggar undang-undang, melainkan lantaran kondisi di lapangan yang tidak memungkinkan karena harga komoditas yang terus melorot.

"‎Mungkin saya ingin katakan, pemerintahan saat ini harus terima kenyataan bahwa pada tahun 2017, tidak seluruh smelter akan selesai. Ini fakta lapangan yang terjadi, bukan karena pembangkangan atau niat untuk melanggar," katanya di Gedung Ditjen Migas Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (16/2/2016).

Menurutnya, menjadi tugas pemerintah untuk mencari solusi agar pembangunan smelter dapat selesai sesuai target yang ditetapkan yaitu pada 2017. "Tugas pemerintah untuk cari solusi. Jadi kami berpikir bagaimana 2017 bisa selesai, itu pandangan kami. Kita akui 2017 tidak seluruh kewajiban selesai dan mari kita cari solusi," tandasnya.

Sebagai informasi, kewajiban pembangunan smelter ini merupakan ketentuan Pasal 170 UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba, yang mengatur bahwa setelah lima tahun diundangkan, seluruh pemegang kontrak karya (KK) wajib melakukan pemurnian di dalam negeri atas hasil tambangnya. Ketentuan tersebut dipertegas dengan PP Nomor 1 tahun 2014.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
DOID Raih Kontrak Tambang...
DOID Raih Kontrak Tambang Baru di Australia Rp3,22 Triliun
Liebherr Indonesia Dukung...
Liebherr Indonesia Dukung Operasional Tambang Lebih Efisien dan Berkelanjutan
Mengubah Wajah Tambang:...
Mengubah Wajah Tambang: Langkah Apriaty dan Komitmen CK untuk Perempuan
Petrosea Raih Kontrak...
Petrosea Raih Kontrak Mining Services Agreement Senilai Rp2,7 Triliun
Faisal Basri Ungkap...
Faisal Basri Ungkap Bisnis Tambang Rugikan Negara hingga Rp200 Triliun
Kolaborasi Menuju Industri...
Kolaborasi Menuju Industri Pertambangan yang Tangguh dan Berkelanjutan
Berita Terkini
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
49 menit yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
1 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
2 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
3 jam yang lalu
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
Ini Penjelasan Warna...
Ini Penjelasan Warna Singa Putih Ternyata Bukan Albino
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved