Liebherr Indonesia Dukung Operasional Tambang Lebih Efisien dan Berkelanjutan

Rabu, 17 September 2025 - 17:21 WIB
loading...
Liebherr Indonesia Dukung...
Managing Director Sales & Operation Liebherr Indonesia Christian Bombenger (kanan) dan Chief Executive Officer (CEO) PT Kaltim Prima Coal (KPC) Ashok Mitra (kiri). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Liebherr Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung operasional pertambangan yang lebih efisien dan berkelanjutan melalui partisipasinya di Mining Indonesia 2025. Booth Liebherr Indonesia tampil interaktif dengan menampilkan beragam contoh komponen hasil remanufaktur, lengkap dengan penjelasan manfaat ekonomis dan dampak positifnya terhadap lingkungan. Konsep ini sekaligus menghadirkan pengalaman edukatif bagi pengunjung mengenai teknologi keberlanjutan di industri alat berat.

"Partisipasi kami di Mining Indonesia 2025 menjadi wadah berdialog dengan pelaku industri tentang efisiensi dan keberlanjutan operasional pertambangan. Kami berkomitmen menghadirkan inovasi yang mendukung pertumbuhan industri pertambangan yang bertanggung jawab di Indonesia," ujar Managing Director Liebherr Indonesia, Christian Bombenger, Rabu (17/9).

Baca Juga: Pahlawan Ekspor Baru Indonesia Bukan Lagi Tambang, Ini Buktinya

Sebagai bentuk komitmen global, Liebherr Group menerapkan strategi Zero Emission Vision yang mencakup penggunaan truk listrik, ekskavator dengan sistem drive & cable management, serta berbagai solusi inovatif lain untuk menekan jejak karbon pelanggan. Dari sisi teknologi, Liebherr mengandalkan Liebherr Power Efficiency (LPE) pada mesin dan sistem hidrolik. Teknologi ini mampu menekan konsumsi bahan bakar hingga 20 persen, tergantung spesifikasi mesin, tanpa mengurangi performa alat berat.

Kehadiran Liebherr di Indonesia diperkuat melalui kantor pusat, operations centre, dan jaringan cabang strategis. Fasilitas utama berada di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang dirancang dengan konsep bangunan berkelanjutan. Operations centre ini dilengkapi sistem pengelolaan air hujan berkapasitas 270 m³, mekanisme pengolahan limbah ramah lingkungan, serta pencegahan banjir.

Fokus keberlanjutan juga diwujudkan melalui layanan purna jual, antara lain remanufacturing untuk memperpanjang usia komponen, fabrication lokal guna mengurangi jejak logistik, serta optimalisasi gudang dan sistem pendukung untuk efisiensi energi dan biaya.

Program remanufaktur Liebherr tercatat mampu menurunkan jejak CO₂ hingga 61 persen dibandingkan produksi komponen baru, menghemat 50 persen karbon dari setiap komponen, dan mengurangi pemakaian bahan baku hingga 75 persen. Dari sisi biaya, efisiensi mencapai 70 persen dibanding pembelian komponen baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Adopsi Teknologi dan...
Adopsi Teknologi dan AI Jadi Arah Baru Industri Pertambangan
Rosan hingga Bahlil...
Rosan hingga Bahlil Kompak soal Pembentukan Badan Khusus Ekspor: Tunggu Presiden
MMS Resources Bidik...
MMS Resources Bidik Teknologi Tambang Modern dari China
KKP Tegaskan Tambang...
KKP Tegaskan Tambang di Pulau Kecil Dibolehkan Asal Penuhi Syarat Ketat
Berantas Mafia Tambang,...
Berantas Mafia Tambang, DPRPT Dorong Izin Tambang Rakyat Diserahkan ke Provinsi
Kejagung Tetapkan Bos...
Kejagung Tetapkan Bos TSHI Tersangka Baru Kasus Korupsi Nikel di Sulawesi Tenggara
Pakar Hukum Soroti Kompleksitas...
Pakar Hukum Soroti Kompleksitas Kasus Tambang, Dukung Langkah Tegas Kejagung
Rekomendasi
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, Komentator Bola Simon Jordan Malah Bikin Geram
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved