Hapus Pungutan Dana Energi dari Harga BBM, ESDM Cari Opsi Lain

Jum'at, 19 Februari 2016 - 13:53 WIB
Hapus Pungutan Dana...
Hapus Pungutan Dana Energi dari Harga BBM, ESDM Cari Opsi Lain
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersikeras memungut dana ketahanan energi (DKE), meski tidak lagi dari hasil potongan lewat pembelian harga bahan bakar minyak (BBM). Menteri ESDM Sudirman Said menerangkan akan mencari opsi lain untuk sumber dana energi, setelah pungutan dari harga BBM mendapatkan banyak respon negatif.

Dia menembahkan pemerintah mengambil sikap untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan mengambil dana dari sumber lain. "Pungutan dari masyarakat untuk dana ketahanan energi jelas tidak akan dilakukan. Karena reaksi publik negatif, padahal seluruh kebijakan publik harus memperhatikan pandangan masyarakat juga," katanya di Gedung Ditjen Kelistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (19/2/2016).

(Baca Juga: Pungutan Dana Ketahanan Energi Siap Diajukan di APBNP 2016)

Lanjut dia, pungutan dana ketahanan energi diusulkan berasal dari bisnis hilir migas melalui pemberlakuan pajak terhadap badan usaha. Namun, usulan tersebut hingga saat ini masih didiskusikan. ‎"Mungkin akan mungut di hilir. Itu yang dipungut badan usahanya. Satu ketika harus ada pajak. Kapan itu dipajaki, nanti tergantung situasi ekonomi," imbuh dia.

Sementara untuk sumber dana ketahanan energi yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), sambung mantan Bos Pindad ini, dana tersebut bisa berasal dari beberapa penghematan di sektor lain. Namun, dirinya tidak terlalu berharap akan mendapatkan suntikan dana terlalu besar untuk dana ketahanan energi dari APBN.‎

"Jadi harusnya begitu. Yang paling realistis sekarang adalah Rp1 atau 3 triliun yang masih bisa dihemat dari pos pos lain," ungkapnya.

‎Kendati demikiann, mantan Kepala ISC ini optimis usulannya untuk memberlakukan dana ketahanan energi pada tahun ini akan dapat direalisasi. Jika telah mendapat persetujuan, maka pungutan tersebut menurutnya akan langsung digulirkan untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.

"Tapi saya optimis hal strategis DKE akan tetap diperhatikan. Saya juga realistis untuk tidak banyak-banyak. Paling penting lembaga disetujui, dibentuk dan uang berapapun, rasanya kita punya cadangan yang bisa disisihkan," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemanfaatan Energi Terbarukan...
Pemanfaatan Energi Terbarukan dan Konservasi Energi untuk Ketahanan Energi Nasional
Krisis Energi Global...
Krisis Energi Global Bisa Jadi Berkah Buat Indonesia, Benarkah?
Kementerian ESDM Genjot...
Kementerian ESDM Genjot Capaian Energi Baru Terbarukan
Kementerian ESDM Peragakan...
Kementerian ESDM Peragakan Jurus Tekan Energi Fosil
Pungutan Dana Energi...
Pungutan Dana Energi Terbarukan Bisa Mencontoh Negeri Jiran
Jaga Ketahanan Energi,...
Jaga Ketahanan Energi, ESDM Siapkan 6 WK Migas untuk Lelang Tahun 2023
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Lebih Sehat dari Makanan...
Lebih Sehat dari Makanan Lain, Berikut Clean Eating dan Real Food
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved