BNI Akui Penurunan Bunga Deposito Berpotensi Bikin Nasabah Kabur

Rabu, 24 Februari 2016 - 18:37 WIB
BNI Akui Penurunan Bunga...
BNI Akui Penurunan Bunga Deposito Berpotensi Bikin Nasabah Kabur
A A A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) mengakui pembatasan suku bunga deposito berpotensi membuat nasabah yang telah menyimpan uangnya di bank tersebut kabur. Seperti diketahui pemerintah saat ini tengah berniat menurunkan suku bunga deposito untuk menekan bunga kredit perbankan.

(Baca Juga: Dorong Diversifikasi Investasi, Menkeu Desak Bunga Deposito Turun)

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni menerangkan penurunan suku bunga deposito ini memang berpotensi menyebabkan nasabah kabur karena tingkat suku bunganya sudah tidak menarik lagi. Karena itu sebelum menurunkan suku bunga, dia menekankan BNI akan melihat tingkat likuiditas.

"Kalau ‎likuiditas banyak mungkin bank tidak berlomba naikan suku bunga depositonya. Tapi kalau likuiditas ketat bank mungkin akan coba bersaing," jelasnya di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (24/2/2016).

Dia menambahkan pembatasan suku bunga deposito menjadi 1% di atas inflasi memang angka yang ideal. Karena, di banyak negara memang suku bunga depositonya berada di kisaran tersebut. "Kalau menurut saya ideal (suku bunga deposito 1% di atas inflasi). Karena banyak negara yang segitu juga. Ya kalau sekarang kita lihat suku bunga kita dibanding negara lain memang tinggi," sambungnya.

Saat ini saja, suku bunga deposito BNI berada di kisaran 4,5% hingga 7%. Jika saat ini inflasi berada di angka 4%, maka seharusnya suku bunga deposito sekitar 5%. "Kita (suku bunga deposito) start dari angka 4,5% dan 5%. Tapi juga ada sampai ke angka 7%. Cuma semua tergantung jangka waktu dan nominalnya juga," imbuh dia.

BNI sendiri, sambung Baiquni, akan berupaya untuk memperkecil penghimpunan dana dari deposito. Perseroan akan lebih memfokuskan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam bentuk casa.

"Kebijakan BNI akan berupaya untuk menghimpun DPK dalam bentuk casa. Untuk deposito kita upayakan tidak terlalu besar. Kita akan upaya di casa. Sekarang casa 62% hingga 63%. Kisarannya masih segitu. Maunya 70% tapi tidak akan naik signifikan semudah itu," tandasnya.

Sebagai informasi, sepanjang 2016 Bank Indonesia (BI) telah dua kali mengeluarkan kebijakan penurunan suku bunga acuan. BI rate saat ini turun 50 basis points (bps) dari 7,5% menjadi 7% pada Februari 2016. Sayangnya, penurunan BI rate ini tidak diikuti oleh penurunan suku bunga kredit dan deposito perbankan nasional.

Karena itu, pemerintah mengimbau bahwa suku bunga deposito seharusnya dapat turun hingga 1% dari total inflasi nasional. Dengan begitu, perbankan juga dapat memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga kredit menjadi single digit.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Kerek Suku Bunga...
BI Kerek Suku Bunga Acuan, Bank Diyakini Tak Tergoda Menaikkan Bunga Simpanan atau Kredit
Penurunan Suku Bunga...
Penurunan Suku Bunga Kredit Diramal Terus Berlanjut
OJK Dorong Transparansi...
OJK Dorong Transparansi Bank Soal Suku Bunga
Bank Indonesia Kembali...
Bank Indonesia Kembali Tahan Suku Bunga di Level 3,5%
BRI Turunkan Bunga Kredit,...
BRI Turunkan Bunga Kredit, Respons Cepat Tren Rendah Suku Bunga Acuan BI
Hasil RDG Januari 2025,...
Hasil RDG Januari 2025, Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga
Berita Terkini
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
34 menit yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
55 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
1 jam yang lalu
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
2 jam yang lalu
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
2 jam yang lalu
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
3 jam yang lalu
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved