Masuki MEA, Topotels Ekspansi Bisnis ke Negara Tetangga
Kamis, 25 Februari 2016 - 19:46 WIB
Masuki MEA, Topotels Ekspansi Bisnis ke Negara Tetangga
A
A
A
JAKARTA - Topotels Hotel & Resorts menggandeng Hospitality Management Company untuk memperluas jaringan bisnis mereka di kawasan Asia Tenggara. Lewat kerja sama yang telah terjalin ini, Topotels akan memulai proyek pengelolaan hotel di Myanmar mulai April, mendatang.
"Memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Topotel ingin menjadi 'hotel network' karya anak bangsa yang dapat mengembangkan sayapnya ke negara-negara tetangga. Setidaknya akan ada dua hotel yang akan dikelola dan sedang dalam tahap pembangunan," ujar Co-Founder Topotels Hotels & Resorts, Yonto Wongso saat penanda tanganan kerjasama, di Jakarta, Kamis (25/2/2016).
Lebih lanjut, dia menambahkan, Myanmar selama ini merupakan sebuah negara yang tertutup dan memiliki kesempatan untuk meningkatkan performa dari negara mereka. Menurutnya kalau dibandingkan dengan negara kita, kondisi mereka saat ini persis seperti Indonesia 30 tahun yang lalu dan Topotels melihatnya sebagai sebuah peluang dimana mereka juga mulai membuka diri.
Ditambah lagi, dengan dihadirkannya Paket Kebijakan Ekonomi X yang digulirkan oleh pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, dalam Daftar Negatif Investasi (DNI), sektor pariwisata dibuka 100% bagi Investor. Hal ini menurutnya juga bisa menjadi peluang untuk beralihnya teknologi bagi Indonesia.
"Dalam membangun industri perhotelan, justru infrastruktur merupakan bagian penting, dan ini tentunya dapat menjadi peralihan teknologi yang masuk ke Indonesia," tandasnya.
Topotels sendiri saat ini sudah mengelola sebanyak 15 hotel dimana tiga diantaranya akan di buka 2016. Dengan lolasi Jakarta, Bekasi, Bandung, Bali, Lombok, Medan dan Malaka dengan komposisi dari hotel 'budget' (kelas menengah) hingga bintang lima.
"Memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Topotel ingin menjadi 'hotel network' karya anak bangsa yang dapat mengembangkan sayapnya ke negara-negara tetangga. Setidaknya akan ada dua hotel yang akan dikelola dan sedang dalam tahap pembangunan," ujar Co-Founder Topotels Hotels & Resorts, Yonto Wongso saat penanda tanganan kerjasama, di Jakarta, Kamis (25/2/2016).
Lebih lanjut, dia menambahkan, Myanmar selama ini merupakan sebuah negara yang tertutup dan memiliki kesempatan untuk meningkatkan performa dari negara mereka. Menurutnya kalau dibandingkan dengan negara kita, kondisi mereka saat ini persis seperti Indonesia 30 tahun yang lalu dan Topotels melihatnya sebagai sebuah peluang dimana mereka juga mulai membuka diri.
Ditambah lagi, dengan dihadirkannya Paket Kebijakan Ekonomi X yang digulirkan oleh pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, dalam Daftar Negatif Investasi (DNI), sektor pariwisata dibuka 100% bagi Investor. Hal ini menurutnya juga bisa menjadi peluang untuk beralihnya teknologi bagi Indonesia.
"Dalam membangun industri perhotelan, justru infrastruktur merupakan bagian penting, dan ini tentunya dapat menjadi peralihan teknologi yang masuk ke Indonesia," tandasnya.
Topotels sendiri saat ini sudah mengelola sebanyak 15 hotel dimana tiga diantaranya akan di buka 2016. Dengan lolasi Jakarta, Bekasi, Bandung, Bali, Lombok, Medan dan Malaka dengan komposisi dari hotel 'budget' (kelas menengah) hingga bintang lima.
(akr)
Lihat Juga :