Wacanakan Relaksasi Ekspor Mineral Mentah, HT Ingatkan Pemerintah

Sabtu, 27 Februari 2016 - 13:16 WIB
Wacanakan Relaksasi...
Wacanakan Relaksasi Ekspor Mineral Mentah, HT Ingatkan Pemerintah
A A A
JAKARTA - Chief Executive Officer (CEO) MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengingatkan upaya pemerintah yang selama ini telah berusaha meningkatkan nilai tambah dengan melarang perusahaan tambang untuk mengekspor mineral mentah (ore), yang tercantum dalam Undang-undang (UU) Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (Minerba).

Hal ini merespon rencana pemerintah untuk melonggarkan (relaksasi) ekspor mineral mentah dalam revisi UU Minerba, lantaran harga komoditas yang tengah anjlok.

"‎Kita harus bisa menciptakan nilai tambah. Jadi kalau sekarang bahan komoditas itu harganya rusak, dan kita begitu saja ya kan kita nggak bisa maksimal," katanya di Hotel Pullman, Jakarta, Sabtu (27/2/2016).

Menurutnya, jika memang pemerintah tetap ngotot untuk melonggarkan ekspor mineral mentah, maka hal tersebut haruslah bersifat sementara guna meningkatkan nilai ekspor barang tambang dari Indonesia.

"‎Ya kalau harganya jelek kan enggak maksimal juga. Mungkin itu bisa tapi untuk temporary. Sementara mengatasi penurunan nilai ekspor dan sebagainya," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mendorong dicantumkannya relaksasi ekspor mineral mentah dalam revisi Undang-undang (UU) Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Menurutnya hal tersebut menjadi realistis di tengah harga komoditas yang anjlok di pasar global.

Dia menambahkan relaksasi ekspor mineral mentah saat ini juga menjadi pokok pembahasan dalam revisi UU Minerba. Alasannya, karena kebijakan tersebut realistis mengingat banyak pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) yang tidak selesai.

"R‎elaksasi (ekspor mineral mentah) dimungkinkan apabila UU Minerba yang barunya membolehkan. Dan ini (relaksasi ekspor mineral mentah) menjadi pokok pembahasan karena realistis itu tadi. Banyak smelter tidak selesai, pengusaha alami kesulitan," kata Sudirman di Gedung Ditjen Kelistrikan, Jakarta, Jumat (19/2/2016).
(dol)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Sederet Harta Karun...
Sederet Harta Karun Mineral RI Jadi Rebutan Asing, Nomor 1 Simpan Deposit 1,5 Miliar Ton
Berita Terkini
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
18 menit yang lalu
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
9 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
9 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
10 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
10 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
11 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved