Rupiah Dibuka Melemah Saat Yen Bergerak Stabil

Senin, 29 Februari 2016 - 10:14 WIB
Rupiah Dibuka Melemah...
Rupiah Dibuka Melemah Saat Yen Bergerak Stabil
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal pekan dibuka melemah di kisaran Rp13.300/USD saat euro dan yen cenderung bergerak stabil terdorong pertemuan G20. Hasil pertemuan para penentu kebijakan ekonomi itu memberikan sentimen positif terhadap beberapa mata uang utama.

Sedangkan rupiah tercatat tertekan berdasarkan data Yahoo Finance yang berada pada posisi Rp13.390/USD dengan kisaran harian Rp13.390-Rp13. 430/USD. Posisi tersebut turun 15 poin dari posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.375/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.395/USD. Posisi itu tidak lebih baik dari posisi penutupan kemarin yang berakhir di level Rp13.380/USD atau melemah tipis sebesar 15 poin.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah pada sesi pembukaan berakhir di posisi Rp13.392/USD. Posisi itu masih tertekan sebesar 11 poin dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.381/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah mengawali pekan ini pada level 13,395.00. Posisi ini memburuk dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.400/USD.

Dilansir Reuters, Senin (29/2/2016) euro dan yen bergerak cenderung stabil saat data AS menimbulkan kembali risiko kenaikan suku bunga AS (Fed rate). Yen tercatat ada pada posisi 114.00 yen terhadap USD sedikit berubah dibandingkan akhir pekan kemarin yang mengalami kenaikan 0,9%. Euro sendiri stagnan ada pada level 124.50 terhadap yen.

Indeks beberapa mata uang utama dunia juga terlihat bergerak mendatar di posisi USD1.0925. Sementara dolar Australia juga bersemangat menguat sebesar 71 sen terhadap USD, meski mata uang Selandia Baru tergelincir 66 sen. Penguatan juga terjadi pada indeks USD terhadap enam mata uang utama setelah akhir pekan kemarin ada di posisi 98.26 dan hari ini menjadi 98.13.

Menteri G20 mengeluarkan pernyataan setuju untuk menggunakan semua kebijakan moneter, fiskal dan struktural secara individual dan kolektif untuk mencapai tujuan ekonomi kelompok. "Harapan untuk komitmen substantif dari G20 cukup rendah sehingga kita tidak boleh mengharapkan tanggapan pasar yang signifikan di awal pekan ini," jelas Kepala Global FX strategi di National Australia Bank, Ray Attrill.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
7 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
7 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
7 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
7 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
7 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
8 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved