Ketakutan Marhaini soal Kapsul Plastik Terjawab di Mumbai

Selasa, 01 Maret 2016 - 02:02 WIB
Ketakutan Marhaini soal...
Ketakutan Marhaini soal Kapsul Plastik Terjawab di Mumbai
A A A
MUMBAI - “Yahh…, saya semakin mantap, mantap sekarang!” Kalimat itu tiba-tiba diucapkan Marhaini Kaban di luar ruangan quality control Welex Laboratories Pvt Ltd di Kawasan Industri Tarapur, Maharashtra, Mumbai, India, Kamis (25/2/2016) lalu.

Perempuan setengah baya asal Kota Karo, Sumatera Utara ini adalah salah satu rombongan dari PT K-Link Indonesia yang baru saja melihat langsung proses pembuatan produk-produk Ayurveda. Marhaini merasa pertanyaan besarnya yang selama ini terpendam akhirnya terjawab di ruangan pembuatan kapsul tersebut.

Siang itu, rombongan memang ditunjukkan oleh manajer laboratorium, dr Anil N Syah terkait seluk beluk proses pencetakan kapsul K-AyuBes, salah satu produk Ayurveda yang bermanfaat membantu dalam mengontrol diabetes. Di tengah memperlihatkan pencetakan serba mesin itu, dr Anil menjelaskan bahwa bahan kapsul produk-produk Ayurveda sangat aman. Sebab jutaan kapsul itu terbuat dari kulit hewan yang diolah secara khusus.

Pemilihan kulit hewan pun tak sembarangan. Welex Laboratories memastikan bahan baku kulit kapsul telah mengantongi sertfikasi dari otoritas kesehatan pemerintah India. Tak hanya itu, Welex juga telah mendapatkan sertifikasi halal atas hewan-hewan yang digunakan.

Mendapat jawaban itu, Marhaini Kaban dan distributor pun lega. Marhaini mengaku selama ini belum memiliki jawaban meyakinkan ketika ditanya soal bahan baku pembuatan kapsul Ayurveda ataupun produk K-Link lainnya. “Saya terus terang sebelumnya tak tahu apakah bahannya plastik atau apa. Saya bingung saat presentasi. Kalau benar plastik kan sangat berbahaya bisa merusak organ tubuh,” terangnya.

Yang membuat Marhaini semakin tenang, produk Ayurveda telah mengantongi sertifikasi halal dari orotitas setempat atau semacam Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dengan fakta ini, tandas warga yang tinggal 6 km dari Gunung Sinabung ini, menunjukkan adanya kesunggguhan Welex untuk memastikan produk yang dikonsumsi masyarakat di seluruh penjuru dunia sangatlah aman. Hal ini juga membuat dia mudah untuk memromosikan keunggulan produk-produk K-Link ke depan karena bukti bahwa K-Link Indonesia adalah multilevel marketing yang berlandaskan syariah semakin kuat.

Manager Administration Welex, Tejal K Bhatia mengakui pihaknya sangat berhati-hati dalam membuat produk. Selain harus mengantongi label secara kesehatan dan halal, pihaknya secara berkelanjutan melakukan pengawasan.

Di India, produk-produk Ayurveda sebenarnya banyak karena hakikatnya dibuat oleh ribuan perusahaan layaknya jamu di Indonesia. Namun pihaknya menjadi pilihan karena telah mengantongi ISO dan WHO terkait good manufacturing practices (GMP). “Untuk mendapatkan sertifikat itu tak mudah karena kami berulangkali diteliti baik dari kebersihan bahan baku, proses, pengemasan dan sebagainya,” kata perempuan asal Gujarat ini.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
40 menit yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
50 menit yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
3 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved