Pemerintah Akan Bahas Masalah Pajak Sawit dengan Prancis
Selasa, 01 Maret 2016 - 03:31 WIB
Pemerintah Akan Bahas Masalah Pajak Sawit dengan Prancis
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, pemerintah akan membahas persoalan super tax CPO Indonesia dengan Prancis. Hal ini menanggapi kebijakan pemerintah Prancis yang menerapkan nilai pajak tinggi terhadap produk kelapa sawit Indonesia.
Padahal, di negara tersebut Crued Palm Oil (CPO) Indonesia sedang dalam taraf promosi. Hal ini penting diselesaikan guna mengembangkan kelapa sawit dalam negeri untuk menembus pasar internasiomal. Namun, pajak di beberapa negara yang terus naik secara berkala menjadi penghambat.
"Kita memang sedang membicarakan. Tadi membicarakan dan menyiapkan langkah-langkah bagaimana dengan pihak kita dan mereka," ujar Darmin di kantornya, Senin (29/2/2016).
Dia menuturkan, pemerintah akan melakukan langkah baik eksternal, maupun internal. "Namun rinciannya belum bisa dikatakan. Kita lakukan yang terbaik dengan Prancis, dan negara Eropa lain. Tapi rinciannya nanti dulu belum waktunya disampaikan," katanya.
Menurut Darmin, sebaiknya perusahaan mengutamakan kualitas CPO Indonesia terlebih dahulu. "Saya tidak bisa menjelaskan dulu deh apa saja yang mau dilakukan. Kalau di dalam negeri itu lebih banyak memperbaiki apa yang ada di kita. Standar kita dalam mengelola kelapa sawit. Jadi ke dalam juga kita perbaiki," tandasnya.
Padahal, di negara tersebut Crued Palm Oil (CPO) Indonesia sedang dalam taraf promosi. Hal ini penting diselesaikan guna mengembangkan kelapa sawit dalam negeri untuk menembus pasar internasiomal. Namun, pajak di beberapa negara yang terus naik secara berkala menjadi penghambat.
"Kita memang sedang membicarakan. Tadi membicarakan dan menyiapkan langkah-langkah bagaimana dengan pihak kita dan mereka," ujar Darmin di kantornya, Senin (29/2/2016).
Dia menuturkan, pemerintah akan melakukan langkah baik eksternal, maupun internal. "Namun rinciannya belum bisa dikatakan. Kita lakukan yang terbaik dengan Prancis, dan negara Eropa lain. Tapi rinciannya nanti dulu belum waktunya disampaikan," katanya.
Menurut Darmin, sebaiknya perusahaan mengutamakan kualitas CPO Indonesia terlebih dahulu. "Saya tidak bisa menjelaskan dulu deh apa saja yang mau dilakukan. Kalau di dalam negeri itu lebih banyak memperbaiki apa yang ada di kita. Standar kita dalam mengelola kelapa sawit. Jadi ke dalam juga kita perbaiki," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :