SKK Migas: Ribut Soal Blok Masela Menyiksa Rakyat Maluku

Rabu, 02 Maret 2016 - 16:55 WIB
SKK Migas: Ribut Soal...
SKK Migas: Ribut Soal Blok Masela Menyiksa Rakyat Maluku
A A A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan berlarutnya keputusan pengembangan Blok Masela dikarenakan keributan dua menteri dalam Kabinet Kerja diyakini membuat rakyat Maluku akan semakin tersiksa lantaran tidak mendapatkan pemasukan.

"Semakin kita ribut, semakin lama rakyat maluku terima uangnya. Jadi kalo mau menyiksa rakyat Maluku ributlah sekarang," ungkap Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (2/3/2016).

Seperti diketahui pengembangan blok Masela menjadi polemik, lantaran perbedaan pendapat antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli terkait skema pembangunan lapangan abadi tersebut.

Padahal, lanjut dia jika pemerintah memutuskan Plan of Development (PoD) Blok Masela saat ini pun, maka Final Investment Decisions (FID) baru bisa dilaksanakan pada 2018, dengan proyeksi gas mulai beroperasi 2024. Menurutnya masyarakat Maluku akan semakin lama memperoleh kesejahteraan jika pemerintah memilih skema kilang darat (onshore) untuk Blok Masela.

Dia menambahkan karena butuh waktu lebih lama lagi untuk merevisi PoD jika memilik kilang darat yang diperkirakan baru akan selesai pada 2019. Jika kondisinya seperti ini, maka dia menjelaskan FID akan mundur tiga tahun dari target yang direncanakan dan baru akan mulai berproduksi pada 2027.

"Kalo onshore, kami pastikan kontraktor akan butuh waktu untuk berpikir lagi. Dia akan lakukan revisi POD paling cepat 2019. Nanti FID mundur lagi 3 tahun. 2027 baru produksi," imbuh dia.

Karena itu, sambung mantan petinggi KPK ini, pihaknya sejak awal telah sepakat bahwa kilang di Blok Masela lebih tepat menggunakan skema LNG terapung (floating LNG) 7,5 million ton per anum (mtpa).‎

"Kalo nunggu tahun 2025 baru ada duit, berarti rakyat maluku kasihan dong? Saya gak mau itu, makanya SKK Migas sudah firm, merekomendasikan FLNG 7,5 MTPA," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Minim Pengalaman, Kemampuan...
Minim Pengalaman, Kemampuan Inpex Kembangkan Blok Masela Diragukan
Proses Akuisisi Rampung,...
Proses Akuisisi Rampung, Pertamina dan Petronas Siap Sedot Gas di Blok Masela
Shell Akhirnya Lepas...
Shell Akhirnya Lepas Blok Masela ke Pertamina Jauh di Bawah Rp14,8 Triliun
Shell Cabut dari Proyek...
Shell Cabut dari Proyek Blok Masela, Inpex Resmi Cari Mitra Baru
Proyek Blok Masela Ikut...
Proyek Blok Masela Ikut Terganggu Imbas Covid-19
Shell Belum Mundur dari...
Shell Belum Mundur dari Blok Masella, Masih Hitung-hitungan
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
5 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
5 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
6 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
6 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
6 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
6 jam yang lalu
Infografis
Rakyat Swiss Minta Pembelian...
Rakyat Swiss Minta Pembelian 36 Jet Tempur F-35 AS Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved