SKK Migas Ungkap Dampak Jika Blok Masela Pakai Skema Darat

Rabu, 02 Maret 2016 - 18:21 WIB
SKK Migas Ungkap Dampak...
SKK Migas Ungkap Dampak Jika Blok Masela Pakai Skema Darat
A A A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengemukakan bahwa Maluku terancam dikepung masyarakat pendatang, jika skema pengembangan kilang di Blok Masela menggunakan skema pipanisasi darat (onshore).

(Baca Juga: Dua Menteri Ribut Blok Masela, 65% Karyawan Inpex Terancam PHK)

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan, konstruksi pembangunan kilang skema onshore membutuhkan 7.000 orang pekerja. Namun, potensi penyerapan tenaga kerja dari masyarakat di sekitar hanya sekitar 2.000 orang.

"‎Satu pulau dibikin onshore untuk konstruksinya butuh 7.000 orang pekerja paling keseluruhan Maluku itu 2.000 pekerja. 5.000 pasti pendatang dari mana mana kan berarti selama konstruksi itu pulau didominasi oleh pendatang," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (2/3/2016).

Setelah proses konstruksi selesai, sambung mantan petinggi KPK ini, masyarakat pendatang tersebut belum tentu akan langsung kembali ke daerah asalnya. Bahkan, 2.000 pendatang tersebut justru berpotensi menjadi penduduk tetap di Maluku.

"Udah selesai, mungkin 2.000-an akan stay jadi penduduk situ. Artinya pulau itu yang dominan adalah pendatang juga sampai seterusnya," imbuh dia.

Apalagi, dua kontraktor Blok Masela dalam hal ini Royal Dutch Shell dan Inpex Corporation juga lebih memilih skema pengembangan kilang LNG terapung (floating LNG) dibanding pipanisasi darat.

‎"Dari kontraktor (Shell dan Inpex) offshore, kalkulasi SKK Migas offshore, kalau dari sisi pembangunan regional, untuk pembangunan masyarakat Maluku ke bagian Selatan dan Maluku pada umumnya itu memang harus offshore," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Minim Pengalaman, Kemampuan...
Minim Pengalaman, Kemampuan Inpex Kembangkan Blok Masela Diragukan
Proses Akuisisi Rampung,...
Proses Akuisisi Rampung, Pertamina dan Petronas Siap Sedot Gas di Blok Masela
Shell Akhirnya Lepas...
Shell Akhirnya Lepas Blok Masela ke Pertamina Jauh di Bawah Rp14,8 Triliun
Shell Cabut dari Proyek...
Shell Cabut dari Proyek Blok Masela, Inpex Resmi Cari Mitra Baru
Shell Belum Mundur dari...
Shell Belum Mundur dari Blok Masella, Masih Hitung-hitungan
Proyek Blok Masela Ikut...
Proyek Blok Masela Ikut Terganggu Imbas Covid-19
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
6 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
6 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
6 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
7 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
7 jam yang lalu
Infografis
3 Negara yang Senang...
3 Negara yang Senang jika Amerika Serikat Tinggalkan NATO
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved