SKK Migas Dituding Ganggu Jokowi Putuskan Blok Masela

Sabtu, 05 Maret 2016 - 22:10 WIB
SKK Migas Dituding Ganggu...
SKK Migas Dituding Ganggu Jokowi Putuskan Blok Masela
A A A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dinilai memberikan masukan yang menganggu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mengambil keputusan soal Blok Masela. Pernyataan ini disampaikan oleh pengamat ekonomi dari Sustainable Development Indonesia (SDI) Dradjad Wibowo dalam diskusi bertajuk 'Blok Masela sesuai konstitusi'.

"Saya menangkap sinyal, Presiden Jokowi cenderung membangun (Blok Masela) di darat karena memihak kepada rakyat Maluku. Tapi beliau terganggu dengan usulan dari SKK Migas. Dipecat saja itu Kepala SKK Migas (Amin Sunaryadi) karena mengganggu keputusan ekonomi politik presiden," jelasnya di Jakarta, Sabtu (5/3/2016).

(Baca Juga: SKK Migas Ungkap Dampak Jika Blok Masela Pakai Skema Darat)

Lebih lanjut dia mengatakan, keputusan presiden Jokowi jika nantinya beliau memilih pembangunan dilakukan onshore (kilang darat) maka berpotensi menyerap tenaga kerja lebih banyak baik langsung maupun yang tidak langsung. "Kalau potensi tenaga kerja bisa ribuan, yang tidak langsung bakal mencapai puluhan ribu. Tapi untuk kepastian angkanya sendiri, itu tergantung pada jenis proyeknya," ungkapnya.

Di Australia sendiri, kata dia, saat pembangunan kilang gas dilakukan di laut, negeri kangguru -julukan Australia- tersebut sudah kehilangan 7000 kesempatan kerja untuk rakyatnya, dan mereka merasakan itu sekarang.

"Australia sangat capital intensive, artinya kalau ini dibangun di laut, pasti selisih pekerjanya bisa puluhan ribu, dan mereka sadar betul itu. Pokoknya, ‎yang saya kaji memang lebih menguntungkan di darat, keamanan juga lebih terintegrasi," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Minim Pengalaman, Kemampuan...
Minim Pengalaman, Kemampuan Inpex Kembangkan Blok Masela Diragukan
Proses Akuisisi Rampung,...
Proses Akuisisi Rampung, Pertamina dan Petronas Siap Sedot Gas di Blok Masela
Shell Akhirnya Lepas...
Shell Akhirnya Lepas Blok Masela ke Pertamina Jauh di Bawah Rp14,8 Triliun
Shell Cabut dari Proyek...
Shell Cabut dari Proyek Blok Masela, Inpex Resmi Cari Mitra Baru
Shell Belum Mundur dari...
Shell Belum Mundur dari Blok Masella, Masih Hitung-hitungan
Proyek Blok Masela Ikut...
Proyek Blok Masela Ikut Terganggu Imbas Covid-19
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
4 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
5 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
6 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
8 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
9 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
9 jam yang lalu
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved