Rupiah Makin Perkasa Dekati Rp12.000/USD, Dolar Australia Loyo

Senin, 07 Maret 2016 - 10:08 WIB
Rupiah Makin Perkasa...
Rupiah Makin Perkasa Dekati Rp12.000/USD, Dolar Australia Loyo
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan hari ini semakin perkasa, bahkan mendekati level Rp12.000/USD, setelah pada akhir pekan kemarin berada di jalur positif. Penguatan rupiah hari ini di tengah merosotnya dolar Australia (AUD).

Posisi rupiah berdasarkan data Yahoo Finance semakin terlihat menguat terhadap USD atau dibuka di level Rp13.005/USD. Posisi ini jauh lebih baik dibanding penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.131/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.029/USD. Posisi ini jauh membaik dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.159/USD.

Data Bloomberg, rupiah dibuka berada di level Rp13.032/USD dengan kisaran Rp12.984-Rp13.052/USD. Posisi itu terlihat semakin menguat dibanding penutupan hari kemarin yang berada di level Rp13.130/USD.

Sementara, berdasarkan dara Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berada di level Rp13.045/USD. Posisi ini naik dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.135/USD.

Dilansir Reuters hari ini, dolar Australia jatuh akibat terjadi profit taking pada Senin pagi setelah membukukan kinerja mingguan terbaik dalam lebih dari emapt tahun. Sementara, greenback masih berjuang untuk menguat.

Aussie terlihat melemah 0,3% menjadi 0,7420 per USD, terjadi pemangkasan 4,4% dari penguatan pekan lalu. Hal itu mampu mengungguli data yang menunjukkan terjadi percepatan tak terduga dalam ekonomi Australia, yang mengurangi kemungkinan melakukan pemotongan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

"AUD/USD mereda sederhana atau tipis pada perdagangan Asia setelah dimulainya pekan Kongres Nasional Rakyat China (NPC)," tulis Joseph Capurso, ahli strategi mata uang pada Commonwealth Bank.

Greenback gagal mempertahankan keuntungan, dipicu oleh laporan nonfarm payrolls. Awalnya naik pada pertumbuhan pekerjaan yang solid dari 242.000, tapi dengan cepat berbalika arah karena pasar melihat ada penurunan mengecewakan pada laba. Namun, Indeks USD stabil di 97,318.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
12 menit yang lalu
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
8 jam yang lalu
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
9 jam yang lalu
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
9 jam yang lalu
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
9 jam yang lalu
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
10 jam yang lalu
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved