Asia Variatif, IHSG Berakhir Terperosok di Zona Merah
Kamis, 10 Maret 2016 - 16:34 WIB
Asia Variatif, IHSG Berakhir Terperosok di Zona Merah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih betah di zona merah hingga penutupan. IHSG berakhir melemah 17,84 poin atau 0,37% ke level 4.793,20 di tengah variatifnya bursa saham Asia.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air melemah 16,75 poin atau 0,35% ke level 4.794,30 dan pada sesi I IHSG berkurang 40,17 poin atau 0,83% ke level 4.770,88. Sementara, pada perdagangan sebelumnya ditutup merosot 20,53 poin atau 0,42% ke level 4.811,04.
Seperti dilansir dari CNBC hari ini, pasar saham Asia hari ini diperdagangkan mixed atau variatif, karena investor mencerna atas China, serta keputusan suku bunga dari bank sentral Selandia Baru dan Korea Selatan.
Indeks Jepang Nikkei N225 naik 210,15 poin atau 1,26% ke level 16.852,35 dan Indeks Korea Selatan, Kospi naik 16,38 poin atau 0,84% ke level 1.969,33.
Sementara di Australai, S&P/ASX 200 berakhir eorost 7,11 poin atau 0,14% ke level 5.150,07. Indeks acuan Selandia Baru ditutup naik ke level 6.508,28 setelah Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,25%.
Dalam sebuah pernyataan, RBNZ mengatakan bahwa prospek pertumbuhan ekonomi global telah memburuk sejak ada pernyataan kebijakan moneter pada Desember tahun kemarin, karena pertumbuhan ekonomi China melemah dan Eropa.
Sementara, pasar lain, yaitu Indeks Hang Seng turun 11,84 poin atau 0,06% ke level 19.984,42, Indeks Shanghai turun 57,83 poin atau 2,02% ke level 2.804,73, dan Indeks Strait Times merosot 6,61 poin atau 0,24% ke level 2.803,82.
Sektor saham di perdagangan Tanah Air hari ini variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor perkebunan yang naik 3,16% disusul sektor aneka industri yang turun 1,78%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah konsumer turun 2,01% disusul sektor infrastruktur melemah 1,77%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,94 triliun dengan 4,23 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp546,60 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp4 triliun dan aksi beli Rp3,45 triliun. Tercatat 154 saham menguat, 157 saham melemah dan 92 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.425 menjadi Rp65.575, PT Mataharai Department Store Tbk (LPPF) naik Rp900 menjadi Rp17.700, dan PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) naik Rp425 menjadi Rp6.575.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) turun Rp195 menjadi Rp3.330, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp175 menjadi Rp6.625, dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp100 menjadi Rp29.500.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air melemah 16,75 poin atau 0,35% ke level 4.794,30 dan pada sesi I IHSG berkurang 40,17 poin atau 0,83% ke level 4.770,88. Sementara, pada perdagangan sebelumnya ditutup merosot 20,53 poin atau 0,42% ke level 4.811,04.
Seperti dilansir dari CNBC hari ini, pasar saham Asia hari ini diperdagangkan mixed atau variatif, karena investor mencerna atas China, serta keputusan suku bunga dari bank sentral Selandia Baru dan Korea Selatan.
Indeks Jepang Nikkei N225 naik 210,15 poin atau 1,26% ke level 16.852,35 dan Indeks Korea Selatan, Kospi naik 16,38 poin atau 0,84% ke level 1.969,33.
Sementara di Australai, S&P/ASX 200 berakhir eorost 7,11 poin atau 0,14% ke level 5.150,07. Indeks acuan Selandia Baru ditutup naik ke level 6.508,28 setelah Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,25%.
Dalam sebuah pernyataan, RBNZ mengatakan bahwa prospek pertumbuhan ekonomi global telah memburuk sejak ada pernyataan kebijakan moneter pada Desember tahun kemarin, karena pertumbuhan ekonomi China melemah dan Eropa.
Sementara, pasar lain, yaitu Indeks Hang Seng turun 11,84 poin atau 0,06% ke level 19.984,42, Indeks Shanghai turun 57,83 poin atau 2,02% ke level 2.804,73, dan Indeks Strait Times merosot 6,61 poin atau 0,24% ke level 2.803,82.
Sektor saham di perdagangan Tanah Air hari ini variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor perkebunan yang naik 3,16% disusul sektor aneka industri yang turun 1,78%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah konsumer turun 2,01% disusul sektor infrastruktur melemah 1,77%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,94 triliun dengan 4,23 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp546,60 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp4 triliun dan aksi beli Rp3,45 triliun. Tercatat 154 saham menguat, 157 saham melemah dan 92 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.425 menjadi Rp65.575, PT Mataharai Department Store Tbk (LPPF) naik Rp900 menjadi Rp17.700, dan PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) naik Rp425 menjadi Rp6.575.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) turun Rp195 menjadi Rp3.330, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp175 menjadi Rp6.625, dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp100 menjadi Rp29.500.
(izz)
Lihat Juga :