Tangani Karlahut, Sinar Mas Siapkan Teknologi Baru

Selasa, 15 Maret 2016 - 09:02 WIB
Tangani Karlahut, Sinar...
Tangani Karlahut, Sinar Mas Siapkan Teknologi Baru
A A A
JAKARTA - Asia Pulp And Paper (APP), anak usaha Sinar Mas menyiapkan sistem dan teknologi baru dalam mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di dalam maupun di luar wilayah konsesinya. Salah satunya dengan menggunakan sistem Incident Command System (ICS).

General Manager Fire Management APP–Sinar Mas Sujica Lusaka mengatakan, untuk menghadapi musim kemarau tahun ini, perusahaan melakukan sejumlah langkah, mulai dari perekrutan dan melatih anggota baru regu pemadam kebakaran (RPK), menerapkan sistem ICS dan membangun situation room.

Menurutnya, situation room akan menghubungkan situation room yang tersebar mulai lingkup satuan kerja terkecil hingga region. Dengan cara ini seluruh rencana kerja, operasi, pengerahan orang, peralatan hingga logistik terpantau langsung. Bahkan, hotspot, titik api, dan cuaca juga bisa terpantau.

"Sistem ICS ini membantu kami mengelola bencana lebih terarah, sehingga rentetan kerja bisa lebih fokus," kata Sujica dalam rilisnya, Selasa (15/3/2016).

Perseroan juga mengoperasikan helikopter secara berpasangan untuk melakukan pemadaman dari udara. Heli pertama melakukan pengamatan dan pemanduan dan heli kedua yang melakukan water bombing.

"Helikopter jenis Super Puma memiliki kapasitas angkut air untuk bombing hingga 4,5 ton, jika dibanding heli standar yang hanya menampung 600 liter air. Karena itu Super Puma harus dipandu dari udara agar dapat melakukan pemadaman lebih tepat, efisien dan aman karena di bawah juga terdapat regu yang melakukan pemadaman," ujarnya.

Pihaknya juga menggunakan teknologi geothermal untuk mendeteksi dini titik api untuk mempercepat pemadaman. Teknologi yang berasal dari Australia ini akan digunakan pada akhir Maret. Selain itu, perseroan juga menggembangkan pogram Desa Makmur Peduli Api (DMPA) sebagai upaya preventif dalam mencegah karlahut. Hingga 2020, ditargetkan ada 500 Desa Makmur Peduli Api di sekitar konsesi APP.

Humas APP Riau Nurul Huda mengatakan, perseroan bersama TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau, Manggala Agni dan jajaran Pemprov terus melakukan pemadaman api. "Sejak akhir Februari, kami bersama tim satgas karlahut melakukan pemadaman di beberapa wilayah," ujarnya.

Pemadaman meliputi tiga wilayah, yakni kawasan Suaka Margasatwa Cagar Biosfer daerah Bukit Kerikil, kawasan Bandara Pinang Kampai Dumai, Kabupaten Meranti serta kawasan lahan hutan di Kubu Rokan Hilir.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei mengatakan, masih sangat minim jumlah perusahaan yang mengelola konsesi di Riau secara sukarela terlibat dalam pencegahan kebakaran lahan dan hutan bersama pemerintah dan TNI-Polri. Akibatnya, kebakaran masih terjadi karena penanganan yang belum optimal. "Ya perusahaannya itu-itu saja, dan ini harus jadi masukan bagi pemerintah daerah," kata dia.

Willem mengakui dari sekian banyak perusahaan yang beroperasi di Riau, yang berperan aktif dalam koordinasi sejauh ini baru dari dua induk perusahaan industri kehutanan, salah satunya APP-Sinar Mas, sedangkan perusahaan kelapa sawit tidak ada.

Untuk diketahui, Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman telah menetapkan siaga darurat karlahut di Riau hingga tiga bulan ke depan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kolaborasi BPD Salurkan...
Kolaborasi BPD Salurkan Kredit ke Indah Kiat Pulp and Paper
Bank DKI Pimpin Sindikasi...
Bank DKI Pimpin Sindikasi Kredit Rp1,5 triliun untuk PT Oki Pulp and Paper Mills
LIKE App Siap Blusukan...
LIKE App Siap Blusukan ke Populasi Terbesar di Asia Tenggara
Hasil Survei Terbaru...
Hasil Survei Terbaru Terkait Kehadiran Super App di Asia Tenggara
The Nike App Hadir di...
The Nike App Hadir di Indonesia, Menyusul 7 Negara Lainnya di Asia Tenggara dan India
Jadi Pemegang Saham...
Jadi Pemegang Saham Super App Air Asia, Gojek Perkuat Investasi di Singapura dan Vietnam
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan
12 menit yang lalu
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
18 menit yang lalu
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
32 menit yang lalu
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
2 jam yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
3 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved