Rupiah Dibuka Tak Berdaya di Tengah Stabilnya USD
Selasa, 15 Maret 2016 - 10:12 WIB
Rupiah Dibuka Tak Berdaya di Tengah Stabilnya USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan hari ini loyo melanjutkan pelemahan penutupan kemarin. Pelemahan rupiah hari ini di tengah stabilnya USD terhadap beberapa mata uang dunia.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah dibuka berada di level Rp13.071/USD dengan kisaran Rp13.065-Rp13.095/USD dan pada pukul 09.50 WIB makin melemah di level RP13.082/USD atau melemah dibanding penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.057/USD.
Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 09.50 WIB berada di level Rp13.090/USD. Posisi ini melemah dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.055/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.087/USD. Posisi ini melemah dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.020/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Yahoo Finance hari ini dibuka sedikit menguat terhadap USD atau berada di level Rp13.045/USD. Namun, pada pukul 09.50 WIB rupiah mulai bergerak melemah di level Rp13.090/USD penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.050/USD.
Dilansir dari Reuters, USD stabil di perdagangan Asia pada hari ini karena investor menunggu hasil pertemuan Bank of Japan (BOJ) dua hari lagi. Selain itu, Federal Reserve juga hari ini menggelar pertemuan.
USD hampir mendatar terhadap yen di level 113,78, sementara yen turun tipis terhadap euro menjadi 126,31. Mayoritas investor mengharapkan bank sentral untuk menahan kebijakan stabil, di mana Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda akan lebih banyak menilai dampak terhadap perekonomian atas kebijakan suku bunga negatif yang diresmikan pada Januari kemarin.
Euro terhadap USD sedikit stabil di level 1,1101 dari pekan lalu yang sempat menyentuh level 1,1218. USD terhadap beberapa mata uang stabil dengan indeks US berada di posisi 96,612, berada jauh di atas posisi terendah satu bulan di level 95,938.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah dibuka berada di level Rp13.071/USD dengan kisaran Rp13.065-Rp13.095/USD dan pada pukul 09.50 WIB makin melemah di level RP13.082/USD atau melemah dibanding penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.057/USD.
Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 09.50 WIB berada di level Rp13.090/USD. Posisi ini melemah dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.055/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.087/USD. Posisi ini melemah dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.020/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Yahoo Finance hari ini dibuka sedikit menguat terhadap USD atau berada di level Rp13.045/USD. Namun, pada pukul 09.50 WIB rupiah mulai bergerak melemah di level Rp13.090/USD penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.050/USD.
Dilansir dari Reuters, USD stabil di perdagangan Asia pada hari ini karena investor menunggu hasil pertemuan Bank of Japan (BOJ) dua hari lagi. Selain itu, Federal Reserve juga hari ini menggelar pertemuan.
USD hampir mendatar terhadap yen di level 113,78, sementara yen turun tipis terhadap euro menjadi 126,31. Mayoritas investor mengharapkan bank sentral untuk menahan kebijakan stabil, di mana Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda akan lebih banyak menilai dampak terhadap perekonomian atas kebijakan suku bunga negatif yang diresmikan pada Januari kemarin.
Euro terhadap USD sedikit stabil di level 1,1101 dari pekan lalu yang sempat menyentuh level 1,1218. USD terhadap beberapa mata uang stabil dengan indeks US berada di posisi 96,612, berada jauh di atas posisi terendah satu bulan di level 95,938.
(izz)