Neraca Perdagangan Februari Surplus Tertinggi Lima Tahun

Selasa, 15 Maret 2016 - 12:54 WIB
Neraca Perdagangan Februari...
Neraca Perdagangan Februari Surplus Tertinggi Lima Tahun
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2016 terjadi surplus USD1,14 miliar. Dimana nilai ekspor mencapai USD11,30 miliar dan impor USD10,16‎ miliar.

Surplus pada Februari merupakan surplus tertinggi dalam lima tahun. Dari sisi ekspor, yang angkanya mencapai USD11,30 miliar terjadi kenaikan 7,8% dibanding Januari 2016.

Di sektor migas, terjadi kenaikan yakni 0,47% dari USD1,11 miliar menjadi USD1,116 miliar. Untuk nonmigas, dari USD9,37 miliar ke USD10,19 miliar, atau naik 8,67%.

"Secara year on year (YoY), dari Februari 2015 ke Februari 2016, ekspor Indonesia turun dari USD12,17 miliar ke USD11,3 miliar atau turun 7,18%," ujar Kepala BPS Suryamin, di Gedung BPS, Selasa (15/3/2016)‎.

Ekspor secara kumulatif, dari Januari ke Februari 2016, ekspor Indonesia mencapai USD21,78 miliar atau turun 14,32% secara YoY. Untuk ‎ekspor nonmigas dari Januari ke Februari 2016 turun 9,89% menjadi USD19,56 miliar. Share terbesar untuk ekspor Indonesia yakni lemak dan minyak hewan nabati sebesar USD2,62 miliar dan bahan bakar mineral USD2,14 miliar.

"Pangsa terbesar nonmigas kita nomor satu yakni, Amerika Serikat USD2,38 miliar atau 12,15%, Jepang USD2,16 miliar atau 11,05% dan Tiongkok USD1,83 miliar atau 9,37%. Untuk‎ ekspor nonmigas ke ASEAN yakni USD4,14 miliar atau 21,17% dan ekspor nonmigas ke Uni Eropa yakni USD2,28 miliar atau 11,63%," terang dia.‎

Untuk impor, yang nilainya USD10,16 miliar, mengalami penurunan 2,91% dibanding Januari 2016‎ dan migas juga turun 8,79% dari USD1,22 miliar menjadi USD1,11 miliar. Sedangkan nonmigas turun 2,13% dari USD9,25 miliar ke USD9,05 miliar.

"Secara year on year dari Februari 2015 ke Februari 2016, kita turun 11,71%, dari USD11,51 miliar ke USD10,16 miliar," kata Suryamin.

Untuk total impor Januari-Februari 2016, terjadi penurunan 14,48% secara YoY mencapai USD20,63 miliar.‎ Share impor terbesar yakni, mesin dan peralatan mekanik USD3,41 miliar dan mesin dan peralatan listrik USD2,28 miliar.

"Pangsa impor nonmigas kita masih ‎Tiongkok yakni USD4,87 miliar atau 26,65%, Jepang USD1,92 miliar atau 10,50% dan Thailand USD1,48 miliar atau 8,11%. Sedangkan untuk impor nonmigas dari ASEAN USD4,07 miliar atau 22,22%. Untuk impor nonmigas dari Uni Eropa sebesar USD1,77 miliar atau 9,68%," pungkasnya.‎
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Neraca Perdagangan Agustus...
Neraca Perdagangan Agustus 2024 Surplus
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Januari - November 2020,...
Januari - November 2020, Neraca Perdagangan Jatim Defisit
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Ekspor Terus Turun,...
Ekspor Terus Turun, Ekonom Khawatir Akan Ada PHK Massal
Berita Terkini
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
22 menit yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
43 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
1 jam yang lalu
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
1 jam yang lalu
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
2 jam yang lalu
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved