Indonesia Terancam Tak Bisa Ekspor ke Israel
Selasa, 15 Maret 2016 - 20:27 WIB
Indonesia Terancam Tak Bisa Ekspor ke Israel
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan Indonesia terancam tak bisa melakukan ekspor atau kegiatan perdagangan ke Israel. Hal ini lantaran kesepakatan Indonesia dalam keputusan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja sama Islam (OKI).
Dalam konferensi tersebut, anggota OKI sepakat untuk melakukan penutupan keran perdagangan produk-produk negara tersebut. "Kita terancam enggak bisa ekspor ke sana. Ekspor kita akan kena juga, karena kita ikut konferensi itu," ungkap Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo di Jakarta, Selasa (15/3/2016)
Meskipun tak dijelaskan secara rinci, Sasmito menerangkan, pada 2015 Indonesia mencatat melakukan impor barang dari Israel senilai USD77,7 juta. "Itu tahun 2015 ya untuk impor. Untuk ekspor Indonesia juga aktif melakukan kegiatan tersebut ke sana sebesar USD116,9 juta," katanya.
Namun lagi-lagi, dia tidak menjelaskan ekspor apa yang dilakukan ke sana. Menurutnya, semua harus dilihat kembali kapan kebijakan tersebut secara pasti akan diberlakukan. "Seenggaknya kan, ini bisa membantu para pengusaha ekspor-impor untuk mempersiapkan diri," tukasnya.
Sasmito menambahkan, selama ini perdagangan antara Indonesia dengan negara lain dapat berlangsung meskipun tidak ada hubungan diplomatik, termasuk dengan Israel dan Taiwan. "Kita sebelumnya berdagang dengan semua negara. Taiwan dan Israel yang kita enggak punya hubungan diplomatik," tandasnya.
Dalam konferensi tersebut, anggota OKI sepakat untuk melakukan penutupan keran perdagangan produk-produk negara tersebut. "Kita terancam enggak bisa ekspor ke sana. Ekspor kita akan kena juga, karena kita ikut konferensi itu," ungkap Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo di Jakarta, Selasa (15/3/2016)
Meskipun tak dijelaskan secara rinci, Sasmito menerangkan, pada 2015 Indonesia mencatat melakukan impor barang dari Israel senilai USD77,7 juta. "Itu tahun 2015 ya untuk impor. Untuk ekspor Indonesia juga aktif melakukan kegiatan tersebut ke sana sebesar USD116,9 juta," katanya.
Namun lagi-lagi, dia tidak menjelaskan ekspor apa yang dilakukan ke sana. Menurutnya, semua harus dilihat kembali kapan kebijakan tersebut secara pasti akan diberlakukan. "Seenggaknya kan, ini bisa membantu para pengusaha ekspor-impor untuk mempersiapkan diri," tukasnya.
Sasmito menambahkan, selama ini perdagangan antara Indonesia dengan negara lain dapat berlangsung meskipun tidak ada hubungan diplomatik, termasuk dengan Israel dan Taiwan. "Kita sebelumnya berdagang dengan semua negara. Taiwan dan Israel yang kita enggak punya hubungan diplomatik," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :