Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Darmin Tetap Optimistis

Selasa, 15 Maret 2016 - 23:29 WIB
Bank Dunia Pangkas Proyeksi...
Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Darmin Tetap Optimistis
A A A
JAKARTA - Bank Dunia telah menurunkan proyeksinya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,3% menjadi 5,1%. Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini dapat mencapai target yang dicanangkan yaitu sebesar 5,3%.

Dia memandang, proyeksi tersebut hanya soal bagaimana menghitung dampak perlambatan perekonomian global terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada tahun lalu, Indonesia cukup terpuruk dengan perlambatan ekonomi global, namun tetap saja jika dilihat setiap kuartal selalu mengalami perbaikan.

"Berarti ya ke depan bisa juga kita dorong lebih baik, sehingga untuk mencapai apa yang ditargetkan di APBN sebesar 5,3% ya saya kok tidak melihat itu sesuatu yang berat untuk dicapai," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/3/2016).

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) menyebutkan pemerintah saat ini lebih fokus dalam hal penerimaan negara agar dapat dikendalikan sesuai target APBN 2016. "Masih bisa dicapai (pertumbuhan ekonomi) walaupun betul soal penerimaan harus dilihat seperti apa, misalnya persoalan tax amnesty-nya dan sebagainya," kata Darmin.

Sekadar informasi, Bank Dunia dalam laporannya memangkas proyeksi pertumbuhan Indonesia dari sebelumnya 5,3% menjadi 5,1%. Dalam laporannya yang bertajuk Indonesia Economic Quarterly edisi Maret 2016, Bank Dunia mengemukakan bahwa kehadiran investasi swasta sangat diperlukan untuk mendongkrak ekonomi Indonesia.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo A Chaves mengatakan, belanja pemerintah untuk infrastruktur telah mendorong pertumbuhan bergerak perlahan, diperkirakan mencapai 5,1% untuk 2016.

‎Namun, pertumbuhan pendapatan yang lebih lemah dari yang diperkirakan dan terus menurunnya harga komoditas menimbulkan risiko bagi kelangsungan investasi pemerintah. Sebab itu, kehadiran investasi swasta sangat diperlukan untuk perbaikan ekonomi.

"Indonesia masih menikmati angka pertumbuhan yang rata-rata lebih tinggi dari kebanyakan negara pengekspor komoditas lain, akibat melambatnya pertumbuhan global. Tapi pertumbuhan di bawah 6% tidak cukup untuk menampung 3 juta anak muda Indonesia yang memasuki pasar kerja setiap tahun," catatnya, dalam siaran pers yang diterima Sindonews di Jakarta.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Bank Dunia Pangkas Proyeksi...
Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia, Tak Sampai 5,2% di 2026
Ramalan Bank Dunia:...
Ramalan Bank Dunia: Ekonomi Global 2021 Masih Seret, Hanya Tumbuh 4%
Bank Dunia Prediksi...
Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5% di 2022
Bank Dunia Pangkas Proyeksi...
Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2022
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Berita Terkini
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
33 menit yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
1 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
3 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
3 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
3 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
3 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved