Ramalan Bank Dunia: Ekonomi Global 2021 Masih Seret, Hanya Tumbuh 4%
Rabu, 06 Januari 2021 - 13:35 WIB
loading...
FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Bank Dunia (World Bank) memproyeksikan ekonomi global pada 2021 tumbuh 4% dengan asumsi vaksinasi Covid-19 sudah dilakukan di awal tahun. Namun asusmi tersebut bisa tertahan apabila penanganan corona tidak dilakukan dengan tegas dan perlunya reformasi di sektor keuangan.
"Meskipun ekonomi global tumbuh kembali setelah kontraksi 4,3% pada tahun 2020, pandemi telah menyebabkan banyak kematian dan penyakit, membuat jutaan orang jatuh miskin, dan dapat menekan aktivitas ekonomi dan pendapatan untuk jangka waktu yang lama," kata Presiden Grup Bank Dunia David Malpass dalam keterangan resminya, di Jakarta, Rabu (6/1/2020).
Baca Juga: Masih Rapuh, Tapi Bank Dunia Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh Tembus 4,4%
Adapun prioritas kebijakan jangka pendek utama adalah mengendalikan penyebaran corona dan memastikan penyebaran vaksin yang cepat dan luas. Untuk mendukung pemulihan ekonomi, otoritas juga perlu memfasilitasi siklus reinvestasi yang bertujuan untuk pertumbuhan berkelanjutan yang tidak terlalu bergantung pada utang pemerintah.
"Sementara ekonomi global tampaknya telah memasuki pemulihan yang lemah, para pembuat kebijakan menghadapi tantangan yang berat dalam kesehatan masyarakat, manajemen utang, kebijakan anggaran, bank sentral dan reformasi struktural ketika mereka mencoba untuk memastikan bahwa pemulihan global yang masih rapuh ini mendapatkan daya tarik dan menetapkan dasar untuk pertumbuhan yang kuat," katanya.
"Meskipun ekonomi global tumbuh kembali setelah kontraksi 4,3% pada tahun 2020, pandemi telah menyebabkan banyak kematian dan penyakit, membuat jutaan orang jatuh miskin, dan dapat menekan aktivitas ekonomi dan pendapatan untuk jangka waktu yang lama," kata Presiden Grup Bank Dunia David Malpass dalam keterangan resminya, di Jakarta, Rabu (6/1/2020).
Baca Juga: Masih Rapuh, Tapi Bank Dunia Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh Tembus 4,4%
Adapun prioritas kebijakan jangka pendek utama adalah mengendalikan penyebaran corona dan memastikan penyebaran vaksin yang cepat dan luas. Untuk mendukung pemulihan ekonomi, otoritas juga perlu memfasilitasi siklus reinvestasi yang bertujuan untuk pertumbuhan berkelanjutan yang tidak terlalu bergantung pada utang pemerintah.
"Sementara ekonomi global tampaknya telah memasuki pemulihan yang lemah, para pembuat kebijakan menghadapi tantangan yang berat dalam kesehatan masyarakat, manajemen utang, kebijakan anggaran, bank sentral dan reformasi struktural ketika mereka mencoba untuk memastikan bahwa pemulihan global yang masih rapuh ini mendapatkan daya tarik dan menetapkan dasar untuk pertumbuhan yang kuat," katanya.
Lihat Juga :