Jokowi Tak Akan Beri Ampun Aparat Palsukan Dokumen Impor

Rabu, 16 Maret 2016 - 20:31 WIB
Jokowi Tak Akan Beri...
Jokowi Tak Akan Beri Ampun Aparat Palsukan Dokumen Impor
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, dirinya tidak akan memberi ampun terhadap oknum aparat yang terlibat dalam praktik penyelundupan. Di mana mereka menjadi beking para importir, dengan memalsukan dokumen atau bermain dalam kuota impor yang dikeluarkan pemerintah.

Dia mengakui, Indonesia sebagai negara kepulauan sangat rawan terhadap praktik penyelundupan barang, baik produk pertanian, barang industri, daging, perikanan, elektronik, narkoba maupun yang berkaitan dengan penangkapan ikan secara ilegal (illegal unreported unregulated fishing/IUU Fishing).

(Baca: Jokowi: Harga Beras Naik, Masyarakat Miskin Makin Banyak)

"Hal ini merupakan masalah yang sangat besar yang harus diatasi karena produk selundupan akan mengganggu pasar dalam negeri, melemahkan daya saing, terutama daya saing produksi sejenis yang diproduksi di dalam negeri, dan lebih parah mematikan industri nasional," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/3/2016).

Karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu memerintahkan agar pengawasan ditingkatkan terutama di pelabuhan-pelabuhan 'tikus'. ‎ Polri dan TNI pun diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga wilayah perbatasan agar praktik penyelundupan, khususnya di pelabuhan kecil, ataupun wilayah perbatasan bisa dicegah.

(Baca: Kritik dan Saran SBY terhadap Kebijakan Ekonomi Jokowi)

"‎Tingkatkan kapal patroli, kerja sama operasi bersama-sama. Kalau mungkin perlu dengan negara tetangga kita," imbuhnya.

Jokowi menekankan, aparat yang terlibat dan menjadi beking dalam praktik penyelundupan dapat ‎ditindak tegas. Dia tidak menginginkan terjadinya kongkalikong, baik dalam permasalahan dokumen, penyalahgunaan fasilitas, maupun kuota impor.

"‎Tindak tegas aparat yang ikut bermain menjadi beking, tidak ada ampun! Saya juga ingin tidak ada kongkalikong lagi. Saya ingin agar dilakukan reformasi menyeluruh dalam tata kelola izin impor. Semuanya harus terintegrasi dalam sebuah sistem IT yang baik," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Puluhan Tahun Impor...
Puluhan Tahun Impor Mesin, Jokowi: Jangan Cuma Beli Jadi, Akuisisi Teknologinya!
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Jokowi Harap ke Depan...
Jokowi Harap ke Depan Indonesia Tak Lagi Impor Gula
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
Potensi Aspal Buton...
Potensi Aspal Buton Capai 662 Juta Ton, Jokowi Bakal Setop Impor di 2024
Bertemu Jokowi, Raja...
Bertemu Jokowi, Raja Eswatini Akan Impor Produk Kosmetik Indonesia
Berita Terkini
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
39 menit yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
42 menit yang lalu
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
52 menit yang lalu
Purbaya dan Said Iqbal...
Purbaya dan Said Iqbal Mau Makan Siang Bareng Besok, Ada Apa?
53 menit yang lalu
Kinerja BUMN Menguat,...
Kinerja BUMN Menguat, Muncul Motor Pertumbuhan Baru
1 jam yang lalu
Euforia Pesta Bola Dunia...
Euforia Pesta Bola Dunia Menular ke Aset Kripto, Trade for Glory 2026 Digelar
1 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved